alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Antisipasi Tanah Longsor, BPBD Majalengka Tanam Rumput di Lokasi Rawan

Inin Nastain
Antisipasi Tanah Longsor, BPBD Majalengka Tanam Rumput di Lokasi Rawan
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi

MAJALENGKA - Sejumlah titik di Kabupaten Majalengka masuk ke dalam daerah rawan bencana tanah longsor dan abrasi. Kawasan rawan longsor sebagian besar terjadi di Majalengka selatan. Sedangkan rawan abrasi berada Majalengka bagian utara.

Terkait kondisi itu, BPBD Kabupaten Majalengka berencana melakukan penanganan dengan pendekatan alam. Menanam rumput di lokasi rawan, jadi salah satu upaya untuk mencegah level kerawanan terus bertambah.

"Penanganan dengan pendekatan alam, menanam rumput Vetiver digabung dengan Rumput Gajah dan Kaliandra. Itu sudah masuk rencana, insya Allah awal tahun depan sudah dilakukan," kata Manajer Pusdaop Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Majalengka Indrayanto, Selasa (5/11/2019).



Ada beberapa pertimbangan pemerintah hingga akhirnya memutuskan penanganan bencana tanah longsor dan abrasi dengan pendekatan alam. Biaya yang relatif kecil dibanding membuat senderan, salah satu alasan memilih rumput untuk penanganan bencana itu.

"Lebih murah, dan ketahanan lebih lama dibanding senderan. Akarnya bisa sampai 6 meter. Untuk tahap pertama, sebagai pilot projek di enam titik, yakni Desa Liangjulang (Kecamatan Kadipaten), Ampel (Kecamatan Ligung), Sindangpano (Kecamatan Rajagaluh), Cingambul (Kecamatan Cingambul), Sukamenak, dan Desa Bantarujeg (Kecamatan Bantarujeg)," ujar dia.

Terkait lokasi yang masuk ke dalam tahap awal, lanjut dia, atas pertimbangan tingkat kerawanan yang dinilai sudah cukup kritis. Ke depan, ungkap dia, jika cara itu efektif, akan dilakukan di daerah lain.

"Pertimbangannya, kondisinya sudah kritis, terutama dekat dengan pemukiman dan mengancam. Tiap titik sekitar 100 meter persegi. Nanti mungkin dikembangkan ke tempat lain untuk menahan abrasi dan longsor," tuturr Indra.



(awd)