alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Antisipasi Tamu Tak Berkepentingan, Kantor Bagbarjas KBB Dilengkapi CCTV

Adi Haryanto
Antisipasi Tamu Tak Berkepentingan, Kantor Bagbarjas KBB Dilengkapi CCTV
Kepala Bagbarjas Setda KBB Anni Roslianti menunjukkan tata letak kantor yang sedang dirancang agar pelayanan lebih efektif dan efisien. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Untuk mengantisipasi tamu tidak berkepentingan, pelayanan dan alur kantor di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Bagbarjas), Setda KBB, akan dirombak serta dilengkapi kamera closed circuit television (CCTV).

Layout atau tata letak ruangan pun akan banyak berubah. Terdapat penambahan ruang pelayanan di bagian depan. Sehingga, ketika ada tamu, petugas yang akan keluar menemui di ruang konsultasi.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Bagbarjas) Setda KBB Anni Roslianti mengatakan, sebagai salah satu perwajahan pemda, pihaknya ingin memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.



Apalagi sebagai tempat pengadaan lelang pekerjaan semua SKPD di Pemda KBB yang dilakukan secara elektronik, maka harus dapat bekerja tepat waktu sesuai jadwal.

"Kami ingin meningkatkan pelayanan melalui pembenahan alur kerja, layout, dan cara penerimaan tamu. Diharapkan semua personel di sini bisa fokus bekerja dan tidak terganggu oleh lalu lalang orang tak berkepentingan," kata Ani di Ngamprah, Senin (4/11/2019).

Menurut dia, pelayanan tamu di ruang konsultasi di bagian depan kantor dimaksudkan agar pelayanan menjadi efektif dan efesien. Selain itu, pelayanan juga akan terkoneksi dengan sistem komputer.

Setiap tamu yang datang akan tercatat dalam buku tamu elektronik. Sehingga akan terlihat tamu itu hendak ke siapa, tujuannya apa, dan datang jam berapa. Semua terpantau oleh kamera CCTV yang dipasang di beberapa tempat.

"Kami ingin tertib dalam bekerja dan semuanya tercatat secara elektronik. Sehingga ketika kita butuh data tinggal dibuka, dan juga untuk meminimalisasi ada tamu tak diundang masuk yang tiba-tiba masuk," ujar dia.

Disinggung mengenai proses lelang, Ani menyebutkan hingga 25 Oktober 2019, sudah ada sebanyak 1.747 paket lelang yang sudah dilelang dari total semua lelang APBD 2019 yang mencapai 2.452 paket.

Jumlah total sebanyak 2.452 paket itu memiliki pagu anggaran Rp809.327.080.225, sementara 1.737 paket yang sudah dilelang memiliki nilai kontrak Rp499.335.469.927. Atau secara persentase paket selesai terhadap perencanaan pengadaan sebesar 71%.

Berdasarkan data, untuk metode pengadaan paket lelang Barang sebanyak 713 paket dengan pagu anggaran Rp251.811.397.662; Konsultasi 590 paket senilai Rp 59.545.504.426; jasa lainnya 72 paket dengan pagu anggaran Rp14.713.144.203.

Sedangkan yang paling besar adalah untuk konstruksi sebanyak 1.077 paket dengan pagu anggaran Rp483.302.033.934. Dinas yang paling banyak memiliki lelang paket pekerjaan adalah di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yakni 799 paket pekerjaan.

"Yang paling banyak jelas pekerjaan teknis di PUPR dengan pagu anggaran Rp440.390.911.309. Sementara yang paling sedikit di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik hanya 3 paket pekerjaan dengan pagu anggaran Rp295.200.00," tutur Anni.



(awd)