alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Cinta Segitiga Bawa Maut, Omat Tusuk Deden sampai Tewas di Pasar Caringin

Agus Warsudi
Cinta Segitiga Bawa Maut, Omat Tusuk Deden sampai Tewas di Pasar Caringin
Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Sukaryanto menginterogasi tersangka Omat. Foto-foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Cinta segitiga antara dua pemuda kepada seorang perempuan berujung maut. Peristiwa ini terjadi di Pasar Induk Caringin, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan/Kecamatan Babakan Ciparay (Bacip), Kota Bandung pada Minggu 27 Oktober 2019.

Akibat persoalan cinta itu, Rohmat Ruspandi alias Omat (19) gelap mata hingga menghujamkan sebilah pisau ke dada kiri Deden Sujana (27). Tusukan pisau tersebut tepat mengenai jantung korban sehingga Deden tewas di lokasi kejadian.

Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Sukaryanto mengatakan, setelah menerima laporan terjadi penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang, petugas Unit Reskrim yang dipimpin oleh Iptu Achmad Sopian meluncur ke lokasi kejadian.



Anggota, kata Sukaryanto, mengamankan tersangka Omat dan barang bukti sebilah pisau sepanjang 23 sentimeter. Sedangkan jasad korban Deden dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung.

"Korban telah meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka tusuk di dada kiri yang mengenai jantung," kata Sukaryanto didampingi Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Santhi Rianawati dan Kanit Reskrim Iptu Achmad Sopian saat ekspos kasus di Mapolsek Bacip, Kamis (31/10/2019).

Cinta Segitiga Bawa Maut, Omat Tusuk Deden sampai Tewas di Pasar Caringin

Sukaryanto mengemukakan, peristiwa pembunuhan itu diawali percekcokan antara korban Deden dengan pelaku Omat pada Minggu 27 Oktober 2019 sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi dan pelaku, ujar Sukaryanto, kronologi kejadian itu berawal saat tersangka Omat, Deden, dan seorang perempuan Ike Mutiara sedang kumpul sambil menenggak minuman keras jenis tuak di Los E5 Nomor 108, Pasar Induk Caringin itu.

Tak lama kemudian, terjadi percekcokan antara Omat dengan Deden lantaran korban cemburu terhadap tersangka yang disangka berpacaran dengan Ike.

"Omat dan Ike sudah memberikan penjelasan bahwa mereka tak berpacaran. Namun korban Deden tetap tidak menerima penjelasan itu. Bahkan Deden memukul wajah Omat beberapa kali," ujar Kapolsek.

Tersangka Omat pun, tutur Sukaryanto, melawan hingga terjadi perkelahian dengan Deden. Perkelahian antarkuli angkut di Pasar Induk Caringin itu berhasil dilerai oleh tiga orang.

Namun ternyata tersangka Omat masih menyimpan dendam dan sakit hati terhadap Deden. Omat lalu pergi meninggalkan lokasi perkelahian. Tetapi, Omat bukan pulang ke rumah melainkan meminjam pisau dapur kepada pedagang pecel lele yang mangkal di lingkungan Pasar Induk Caringin.

"Kemudian, Omat kembali ke lokasi perkelahian dan berpapasan dengan Deden yang sedang berjalan kaki. Tanpa banyak bicara, Omat menghujamkan pisau itu ke dada kiri Deden," tutur dia.

Setelah itu, Omat meninggalkan lokasi kejadian. Sedangkan korban Deden terkapar di tengah pasar dengan dada bersimbah darah.

"Pelaku Omat berhasil ditangkap pada Minggu siang di rumahnya. Perbuatan tersangka Omat telah memenuhi unsur unsur perkara tindak pidana pembunuhan dan atau penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 juncto Pasal 351 ayat (3). Tesangka terancam hukuman di atas 5 tahun penjara," kata Sukaryanto.

Sementara itu, tersangka Omat mengaku sakit hati terhadap Deden Sujana. Selain sering dimintai uang untuk mabuk, korban Deden juga kerap memukulnya. Padahal, hubungan Omat dengan Deden cukup dekat. Sebab mereka merupakan saudara sepupu.

"Dia (korban Deden) sering minta uang Rp20 ribu untuk mabuk. Kalau gak dikasih, suka marah dan mukul," kata Omat.

Disinggung soal cinta segitiga dengan Ike Mutiara, tersangka Omat mengaku, tidak berpacaran dengan perempuan itu. Namun Deden menuduhnya berpacaran. "Ike juga belum menentukan pilihan ke siapa. Jadi belum tahu dia pacaran sama siapa," ujar dia.



(awd)