alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Deteksi Dini Teroris, Pemkot Depok Bentuk Forum Berbasis Kemasyarakatan

R Ratna Purnama
Deteksi Dini Teroris, Pemkot Depok Bentuk Forum Berbasis Kemasyarakatan
Pemerintah Kota Depok membentuk forum berbasis kemasyarakatan untuk mendeteksi berbagai kejadian yang menyangkut ketertiban umum. Forum ini juga sebagai deteksi dini pencegahan masuknya teroris di Depok. Foto ilustrasi Densus 88/SINDOnews

DEPOK - Pemerintah Kota Depok membentuk forum berbasis kemasyarakatan untuk mendeteksi berbagai kejadian yang menyangkut ketertiban umum. Forum ini juga sebagai deteksi dini pencegahan masuknya teroris di Depok. "Disini, kami membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). yang merupakan organisasi mandatori membantu pencegahan dini baik itu mengenai bahaya narkoba, konflik sosial, tawuran pelajar, termasuk antisipasi radikalisme," kata Kepala Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol), Hakim Siregar, Rabu (30/10/2019).

Forum ini diharapkan mampu menjalin sinergitas dengan tiga pilar di kewilayahan yaitu Babinkamtibmas, perwakilan kepolisian, Babinsa perwakilan dari TNI, Kelurahan yang merupakan bagian dari Pemerintah Daerah. Sehingga terbangun sinergi dan menciptakan kondisi yang kondusif. "Ini dilakukan untuk meminimalisir permasalahan, apabila ada gerak - gerik mencurigakan masyarakat bisa langsung berkoordinasi dengan pihak - pihak tersebut," bebernya.

Selain itu, sebagai wujud pemantauan terhadap radikalisme Kesbangpol juga terus melakukan sosialisasi ke masyarakat salah satunya menggenjot program 1 X 24jam tamu atau warga baru wajib lapor terhadap RT atau RW setempat.



"Intinya, kami disini berupaya memaksimalkan sinergitas antar stakeholder. Orang - orang yang baru masuk ke wilayah Kota Depok, wajib untuk melapor kepada aparat kewilayahan. Meskipun, dia tidak memiliki KTP minimal, surat keterangan (Suket) harus diserahkan," timpalnya.

Menurut dia, pihaknya juga memonitor eks napi - napi teroris yang masuk kewilayah Kota Depok. Namun, dirinya enggan menyebutkan berapa jumlahnya begitu pula membahas hal tersebut, lebih mendalam.

"Kalau jumlah ga bisa kami buka, tapi yang jelas mereka ada di bawah pengawasan kami. Tetapi, kalau untuk penangkapan terduga teroris kami tidak pernah diikut sertakan itu menjadi wewenang kepolisian. Disini, kami berharap Kota Depok lebih kondusif dan jauh dari masalah radikalisme," pungkasnya.

Seperti diketahui, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris Budi Supriyadi Alias Mang Eep, 41. Pada Sabtu 26 Oktober 2019 lalu, dia diduga terlibat kasus kerusuhan di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok tahun lalu.

Penangkapan dilakukan di dua lokasi kontrakan yang diketahui, ditempati oleh kedua istri terduga teroris tersebut, yaitu Kecamatan Sawangan, Depok. 



(sms)