alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bursah: Spirit Sumpah Pemuda Harus Jadi Pendorong Kemajuan Bangsa

Agus Warsudi
Bursah: Spirit Sumpah Pemuda Harus Jadi Pendorong Kemajuan Bangsa
Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi saat memberikan sambutan pada acara seminar bertajuk

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) Bursah Zarnubi menegaskan spirit Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 1928 silam, harus terus digelorakan di tengah kemajemukan untuk menata masa depan Indonesia lebih baik.

Pernyataan itu disampaikan Bursah dalam sambutan pada acara seminar bertajuk "Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan" di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Selain Bursah Zarnubi, seminar juga dihadiri Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebagai keynote speaker. Sedangkan narasumber, anggota DPR Farah Puteri Nahlia, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, dan Ketum PB HMI Saddam Al Jihad. Diskusi publik itu pun dihadiri ratusan pemuda dan mahasiswa lintas kampus.



"Kita harus menggelorakan nilai-nilai Sumpah Pemuda untuk memperkokoh persatuan bangsa sekaligus menjadi pendorong agar kita dapat menjadi bangsa pemenang di era kemajuan teknologi dan kerasnya persaingan global," kata Bursah.

Menurut Bursah, harus ada kesadaran kolektif bahwa Indonesia merupakan negara majemuk. Tidak banyak negara di dunia yang penduduknya majemuk seperti Indonesia, baik dalam hal bahasa daerah, suku, ras, adat dan tradisi serta keyakinan.

"Dengan kemajemukan seperti ini, aset utama bangsa Indonesia adalah spirit persatuan, toleran terhadap perbedaan, kerukunan, kekompakan, dan persaudaraan. Bersatu di tengah keberagaman sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggak Ika," ujar dia.

"Kita berutang budi kepada para pendiri bangsa yang diusia muda menyelenggarakan Kingres Pemuda II di Jakarta pada 27-28 Oktober 1928," tutur Bursah.

Sumpah Pemuda, ungkap Bursah, merupakan tonggak bersejarah yang memandu arah perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Sumpah Pemudq adalah bukti nyata kepeloporan kaum muda dalam perjuangan membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan.

Wujud nayata kepeloporan pemuda, kata Bursah, merumuskan visi Indonesia sebagai negara merdeka, berdaulat, sejahtera, maju bersama di tengah keberagaman.

"Banyak pemimpin atau tokoh-tokoh dunia merasa takjub melihat Indonesia dapat menjaga persatuan dan hidup rukun di tengah kemajemukan yang ada ini," ungkap Bursah.

Bursah menyatakan, belakangan ini banyak peristiwa yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ada ancaman perpecahan yang datang dari luar. Begitu juga ancaman dari dalam negeri sendiri. Ancaman dari dalam, menurut Bursah, antara lain dipicu oleh isu ketidakadilan pembangunan.

"Syukur Alhamdulillah, para pemimpin bangsa, didukung solidaritas TNI-Polri dan segenap elemen bangsa, secara bersama-sama dapat menjaga keutuhan NKRI dan merawat persatuan bangsa," kata dia.

Menurut Bursah, pemuda sebagai penerus dan pewaris masa depan bangsa, harus dapat merawat persatuan yang telah diperjuangkan generasi masa silam. Sebab, kata dia, ancaman terhadap persatuan, kedamaian, dan kerukunan bangsa bisa datang dari banyak sisi.

"Mulai dari masalah kemiskinan, isu ketidakadilan pembangunan seperti dominasi kolompok atau daerah tertentu dalam menikmati basil pembangunan, kepentingan asing untuk menguasai ekonomi Indonesia, hingga masuknya pahal-paham baru akibat pengaruh globalisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila," tandas Bursah.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia mengatakan, pemuda Indonesia harus memiliki semangat untuk maju dan berkembang, sehingga bisa berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

Menurut dia, ada tiga hal bagi anak muda yang harus diutamakan seiring perjalanan waktu dan zaman. Ketiga hal tersebut, kata dia, adalah education, empowerment dan enterpreneurship.

Education adalah betapa pentingnya ilmu pengetahuan untuk membangun karakter diri sendiri dan bangsa. Sementara, enterpreneurship menyangkut jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki semua anak bangsa.

Enterpreneurship menjadi penting untuk menumbuhkan jiwa pemberani dalam membangun usaha dan kreatifitas, kendati penuh resiko. Kemudian empowerment ini terkait pemberdayaan sumber daya manusia.

Empowerment pemberdayaan ini, kata Farah, adalah kombinasi dari education dan enterpreneurship. "Kita harus bisa memberdayakan kemampuan kita tersebut sehingga kita bisa mencapai cita-cita kita," pungkas Farah.



(awd)