alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

TJI: Idham Azis Sosok Tepat Lanjutkan Legacy Tito Jadikan Polri Promoter

Agung Bakti Sarasa
TJI: Idham Azis Sosok Tepat Lanjutkan Legacy Tito Jadikan Polri Promoter
Ilustrasi Polri/Foto: Inews.id

BANDUNG - Direktur Eksekutif The Jakarta Institute (TJI), Reza Fahlevi menilai, diajukannya Komjen Pol Idham Azis menjadi calon tunggal Kepala Kepolisian RI (Kapolri) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke DPR merupakan pilihan yang tepat.

Menurutnya, sosok Idham akan melanjutkan kesuksesan Kapolri sebelumnya Jenderal Tito Karnavian yang telah berhasil mengawal kondusivitas keamanan pada sejumlah peristiwa besar seperti Pilgub DKI 2017, Pemilu dan Pilpres 2019 serta sejumlah kasus terorisme, termasuk penggagalan jutaan ton narkoba dari luar negeri.

Dijelaskan Levi, sapaan akrabnya, Idham akan mengisi posisi Kapolri yang ditinggalkan Jenderal Tito Karnavian yang kini menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dengan melanjutkan warisan legacy Polri yang profesional, modern, dan terpercaya (Promoter).



Diketahui, Idham Aziz, Jenderal bintang tiga yang lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 1963 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988. Saat ini, Idham menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Dia mulai menjabat sebagai Kabareskrim sejak Januari 2019.

Sebelumnya, Idham menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya di tahun 2017, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri di 2016, Kapolda Sulawesi Tengah di 2014, hingga Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri di 2013.

"Idham dikenal berpengalaman di bidang reserse dan antiteror. Diketahui, dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Polri di tahun 2010. Salah satu prestasinya adalah melumpuhkan teroris bom Bali, Azahari dan komplotannya di Batu, Jawa Timur, pada 9 November 2005," papar Levi dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (27/10/2019).

Saat itu, lanjut Levi, dia mendapat penghargaan dari Kapolri Sutanto bersama dengan Tito Karnavian yang merupakan Angkatan 1987. Idham juga menjadi anggota tim kobra yang dipimpin Tito dalam memburu putra bungsu presiden RI kedua Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

Hal itu terkait kasus pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita pada 7 Agustus 2000 yang ketika itu melibatkan Tommy. Adapun Tommy divonis 10 tahun penjara dalam kasus tersebut. Tommy pun menjalani hukuman di Nusakambangan dan keluar di tahun 2006.

"Idham juga menjadi wakil satuan tugas (satgas) pengungkapan kasus-kasus teror dan konflik di Poso atau disebut Ops Camar Maleo," katanya.

Levi juga optimistis, di tengah maraknya ujaran kebencian, hoax, radikalisme, dan terorisme serta sejumlah kejahatan kriminal lain yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan di Indonesia, Komjen Pol Idham Aziz akan bekerja keras untuk memenuhi harapan Presiden Jokowi yang ingin melanjutkan capaian keberhasilan pembangunan infrastruktur juga sumber daya manusia ke depannya.

"Kami yakin, ke depan Polri di tangan Kapolri yang baru Bapak Komjen Pol Idham Aziz akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh warga Indonesia. Sehingga, Kabinet Indonesia Maju bisa maksimal bekerja dan seluruh pemerintah daerah juga memberikan pelayanan maksimal dalam menjalankan pemerintahannya dan Indonesia akan semakin maju," tandas Levi.



(abs)