alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PLN Dukung Penuh Implementasi Perpres Kendaraan Bermotor Listrik

Agung Bakti Sarasa
PLN Dukung Penuh Implementasi Perpres Kendaraan Bermotor Listrik
PT PLN (Persero) mendukung penuh implementasi Perpres tentang Kendaraan Bermotor Listrik yang sudah diteken Presiden Joko Widodo. Foto/SINDOnews

BANDUNG - PT PLN (Persero) mendukung penuh implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Salah satu bentuk dukungan PLN, yakni penyediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hal itu dibuktikan dengan keikutsertaan PLN dalam pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Expo (GIIAS) atau GIIAS The Series 2019 yang digelar di Santika Convention Centre, Medan dan dibuka Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Rabu (23/10/2019).

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara, Rudi Artono mengemukakan, berbagai bentuk dukungan diberikan oleh PLN dalam mendukung Perpres tentang Kendaraan Bermotor Listrik.



"Sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo mengisi 20 persen dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia dengan kendaraan LCEV (Low Cost Emission Vehicle), termasuk kendaraan listrik, maka PLN berkomitmen menyediakan SPLU dan SPKLU. Karena itu, SPLU dan SPKLU ini kami tampilkan dalam pameran GIIAS di Medan," ujar Rudi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (23/10/2019) malam.

Menurut dia, saat ini, sudah tersedia 4 SPLU unit di Medan, di antaranya berada di Lapangan Merdeka yang merupakan tempat strategis karena berada di tengah kota. Sedangkan di seluruh Sumatera Utara sudah tersedia 13 SPLU di berbagai kota.

Dalam gelaran GIIAS di Medan yang berlangsung hingga Minggu 27 Oktober 2019 mendatang ini, PLN menampilkan juga sejumlah program yang pararel dengan program-program PLN pusat, seperti sosialisasi produk unggulan dari Divisi Bisnis dan Pelayanan Pelanggan, yaitu program pelayanan pelanggan prioritas.l yang ditujukan kepada sekitar 2.400 pelanggan prioritas (premium) di Sumatera Utara.

"Program layanan pelanggan prioritas diberikan kepada pelanggan yang ketika terjadi gangguan pemadaman listrik, mereka akan menjadi pelanggan paling terakhir yang mengalami gangguan tersebut atau malah tidak mati sama sekali dan mereka juga adalah pelanggan khusus (premium)," jelasnya.

Pelanggan premium tersebut, kata Rudi, umumnya merupakan kalangan bisnis dan industri, meski ada pula pelanggan perumahan yang umumnya tinggal di lingkungan perumahan elit. Selain itu, pihaknya jug terus mendorong penggunaan kompor induksi (listrik), khususnya di komplek-komplek perumahan.

"Kami telah mengikat nota kesepahaman dengan Real Estate Indonesia (RE) daerah Sumatera Utara dimana nantinya, pengembang yang membangun harus memberikan gimmick-nya berupa kompor induksi atau AC ataupun juga barang-barang elektronik, bukan lagi kompor gas. Timbal baliknya, PLN akan memprioritaskan mereka dalam program pembangunan jaringan transmisi listrik," paparnya.

Tidak hanya itu, sejalan dengan program Gebyar Kemerdekaan yang akan berakhir pada Oktober ini, melalui anak perusahaannya Icon +, PLN memberikan program pelayanan dalam bentuk serat optic (fibre optic) untuk pelayanan internet yang dinamai Setrum Net.

"Program yang masih baru ini berlaku di seluruh Indonesia. Namun, yang biasanya dilakukan dengan mekanisme B to B, kini mengarah kepada B to C. Nantinya, untuk bisa mengaplikasi Setrum Net, mereka harus masuk pada program diskon tambah daya 50 persen PLN Gebyar Kemerdekaan 2019," katanya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara GIIAS Medan, Rizwan Alamsjah mengatakan, pascaterbitnya Perpres tentang Kendaraan Bermotor Listrik, hampir semua prinsipal industri otomotif kimia sudah memiliki mobil listrik berbagai tipe, mulai dari jenis Hybrid (HEV), Plug in Hybrid (PHEV), baterei EV (BEV), ataupun FCEV (Fuel Cell).

"Sejak Perpres tentang Kendaraan Listrik keluar, bahkan sebelum Perpres keluar, para pelaku usaha masih melakukan kajian mendalam mengenai besaran potensi dan minat masyarakat terhadap kendaraan-kendaaraan tersebut, termasuk kesiapan pendukung SPLU di seluruh pelosok Tanah Air," katanya.



(abs)