alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dorong Produk Kerajinan Jabar Mendunia, Dekranasda Gelar PKJB 2019

Agung Bakti Sarasa
Dorong Produk Kerajinan Jabar Mendunia, Dekranasda Gelar PKJB 2019
Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Kamil memaparkan rencana ajang PKJB 2019 dalam kegiatan Japri di Gedung Sate, Selasa (22/10/2019). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat kembali menggelar ajang dua tahunan, Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) sebagai ajang promosi produk-produk kerajinan asli Provinsi Jabar, Jumat 25 Oktober 2019 hingga Minggu 27 Oktober 2019 mendatang.

Berbeda dengan ajang PKJB sebelumnya yang digelar di area tertutup, PKJB tahun ini yang digagas Dekranasda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar digelar di ruang terbuka, tepatnya di kawasan Gedung Sate yang meliputi Jalan Diponegoro, Cilamaya, Majapahit, dan Sentot Alibasa.

Selain ajang promosi, PKJB 2019 juga diharapkan mampu mendorong para pelaku usaha kerajinan di Jabar yang notabene tergolong pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produknya hingga dapat diterima di pasar mancanegara.



Ketua Dekranasda Jabar Atalia Praratya Kamil mengatakan, PKJB 2019 bakal membuka peluang bagi para pelaku usaha kerajinan untuk memperluas jaringan (networking) dalam pengembamgan usahanya. Sehingga, mereka mampu menembus berbagai peluang pasar, termasuk pasar ekspor.

"Kita ingin para pelaku usaha kerajinan di Jabar memiliki networking yang lebih baik," ujar Atalia dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (22/10/2019).

Atalia melanjutkan, untuk memperluas pangsa pasar produk kerajinan asli Jabar, pihaknya pun kini tengah berupaya membuka akses pemasaran produk kerajinan asli Jabar melalui platform digital. Sehingga, produk-produk kerajinan Jabar nantinya bisa dijual secara online.

"Dekranasda akan membukakan jalan (perluasan pasar). Ke depan, para pelaku usaha kerajinan di Jabar diharapkan bisa mengembangkan usahanya secara mandiri," jelasnya.

Lebih lanjut Atalia mengatakan, gelaran PKJB 2019 merupakan kali ke-13 yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dengan tema yang diusung West Java Crafashtival dengan konsep berbeda, yakni digelar di ruang terbuka.

"Sengaja digelar di outdoor supaya syiarnya terasa," imbuhnya.

Dalam PKJB 2019, kata Atalia, para peserta dari 27 kabupaten/kota akan melakukan semacam karnaval produk unggulan, misalnya menampilkan batik, batu akik, kerajinan bordir, kelom geulis, hingga payung geulis.

"Selama ini, kalau gelaran biasanya tidak spesifik mewajibkan peserta pakai product sendiri. Nanti ada semacam de ville, masing-masing nunjukin keunggulan mereka di depan Gubernur," jelasnya.

Tidak hanya itu, perwakilan dari 50 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bakal menjadi peserta kompetisi fashion show batik. Mereka akan mempresentasikan motif batik dari berbagai daerah di Jabar yang jumlahnya memang cukup banyak.

"Ini penting bahwa agar kita tahu kabupaten/kota punya motif batik masing-masing. Ini kebanggaan," katanya.

Atalia menambahkan, PKJB 2019 akan semakin meriah dengan hadirnya festival kuliner yang menyajikan berbagai kuliner khas dari 27 kabupaten/kota di Jabar dan penampilan artis dan seniman asal Jabat, seperti Gasss, Cangcuters, ISBI, Pakuan band, dan Sakatalu.

"Harapannya, festival ini harus memunculkan hal yang berbeda, banyak yang terangkul, terpromosikan, dan networking lebih luas," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Industri Agro, Kimia, Tekstil, dan Aneka (AKTA) Disperindag Jabar Arif Muchamad Fazar mengatakan, PKJB 2019 bakal diikuti ratusan pelaku UMKM. PKJB 2019 ini pun menjadi ajang pembuktian keberhasilan mereka.

"Dekranasda sudah sering munculkan produk unggulan. Melalui PKJB, akan ditampilkan seluruhnya," katanya.

Arif menyatakan, pihaknya juga terus mendorong para pelaku UMKM di Jabar, termasuk para pelaku usaha kerajinan untuk mengembangkan usahanya. Pihaknya pun terus mendorong mereka, agar mampu menembus pasar ekspor.

"Sudah cukup banyak produk Jabar yang diekspor, seperti produk bordir. Namun, mereka memang masih menghadapi kendala karena umumnya menggunakan agen. Ke depan, kita berupaya agar mereka bisa ekspor secara mandiri," katanya seraya mengatakan, pihaknya kerap menggelar pelatihan, bimbingan teknis, hingga coaching program bagi para pelaku UMKM.



(abs)