alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Karhutla Landa Sejumlah Kawasan di Kabupaten Majalengka

Inin Nastain
Karhutla Landa Sejumlah Kawasan di Kabupaten Majalengka
Petugas mencoba mengatasi kebakaran yang melanda lahan di Cikaracak. Foto/Dokumentasi BPBD Majalengka

MAJALENGKA - Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Majalengka masih terus terjadi. Bahkan, pada awal pekan ini terdapat tiga titik kebakaran lahan dengan luasan cukup besar, lebih dari 100 hektare.

Dari data yang ada di BPBD Kabupaten Majalengka, kebakaran terjadi di beberapa titik yang tersebar di sejumlah kecamatan sejak Senin 21 Oktober 2019.

Karhutla yang terjadi pada Senin belum bisa diatasi seluruhnya, kembali terjadi kasus sama pada Selasa (22/10'2019).



Pada Senin, Karhutla terjadi di Curug Cipeuteuy, Desa Bantaragung, Blok Batu Situmpuk, Blok Al Azariah, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi.

Kemudian, Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura; Blok Pasir Tonjongan dan Blok Cipeusing Pangangonan, Kelurahan Sindangkasih Kecamatan Majalengka.

"Pada 22 Oktober 2019, masuk laporan karhutla di Pos 5 Sanghiyang Rangkah Jalur Apuy, dengat titik koordinat -6º54’17”S 108º23’58”E. Titik api masih belum bisa diperkirakan," kata Manajer Pusdaop Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Kabupaten Majalengka Indrayanto kepada SINDONews, Selasa (22/10/2019)..

Hingga Selasa sore, ujar dia, kobaran api masih terjadi di beberapa titik. Bahkan, untuk di Cikaracak, api sudah menjalar lebih luas.

"Blok Situmpuk dan Blok Al Azariah kondisi api masih besar, Cikaracak api masih sulit untuk dikendalikan, dan menyebar ke arah permukiman, tapi sudah dapat diamankan. Pos 5 Sanghiyang Rangkah kepulan asap masih terlihat," ujar dia.

Indrayanto menuturkan, belum teratasinya kobaran api tidak terlepas dari kondisi alam dan cuaca sehingga membuat tim sulit untuk menjinakkan si jago merah. Medan terjal, angin kencang, dan titik api yang tersebar di beberapa lokasi.

"Saat ini kami membutuhkan fire block, jet shooter bermesin, fire swatter flap, masker respirator. Kebutuhan-kebutuhan itu sifatnya mendesak," tutur Indra.

"Untuk luasan sebagian masih penghitungan dan pendataan. Sementara, di Cikaracak sekitar 100 hektare, Sindangkasih 20 hektare. Untuk areal TNGC belum masuk datanya," ungka dia.



(awd)