alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Berstatus Normal dan Dibuka Lagi, TWA Tangkuban Parahu Diserbu Wisatawan

Adi Haryanto
Berstatus Normal dan Dibuka Lagi, TWA Tangkuban Parahu Diserbu Wisatawan
Beberapa wisatawan berfoto di dekat Kawah Ratu TWA Gunung Tangkuban Parahu, Selasa (22/10/2019). Setelah kembali normal, objek wisata kembali dibuka sejak Senin. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Setelah hampir tiga bulan 'mati suri' akibat erupsi, geliat aktivitas wisata dan roda ekonomi pedagang di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Jawa Barat, kembali terlihat.

Hal ini seiring dengan keluar keterangan resmi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menurunkan status Gunung Tangkuban Parahu dari Level II atau Waspada menjadi Level I atau Normal.

PT Graha Rani Putra Persada, pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu bergerak cepat dengan membuka loket kunjungan bagi wisatawan sejak Senin (21/10/2019).



Hari pertama dibuka setelah sejak 26 Juli 2019 ditutup, wisatawan langsung menyerbu objek wisata yang menjadi ikon Jawa Barat ini.

"Alhamdulillah kami hari ini sudah beroperasi normal kembali. Loket kunjungan sudah dibuka sejak Senin pagi dan sepanjang hari kemarin sekitar 400-500 pengunjung yang datang," kata Direktur Utama PT GRPP Putra Kaban di pintu utama TWA Gunung Tangkuban Parahu, Selasa (22/10/2019).

Menurut Kaban, selain kunjungan wisawatan domestik, tercatat puluhan orang turis asing berkunjung untuk melihat Kawah Ratu, kunjungan utama di TWA Gunung Tangkuban Parahu.

Ada juga pengunjung yang merasa penasaran ingin melihat kondisi Kawah Ratu setelah terjadi erupsi dan kondisi secara keseluruhan TWA Tangkuban Parahu setelah dilakukan pembenahan.

Dia memastikan, saat ini Gunung Tangkubanparahu sudah dalam kondisi aman untuk dikunjungi. Selain itu, selama kunjungan ditutup, dia mengklaim telah melakukan beberapa penambahan perangkat perangkat dan rambu-rambu peringatan untuk keselamatan pengunjung.

Selain itu, Putra Kaban mengatakan, perbaikan yang dilakukan pihaknya juga untuk langkah antisipasi menyambut musim penghujan.

"Kami terus berbenah agar di atas lebih bagus, tetap terjaga kebersihannya, keamanannya, lingkungannya. Termasuk berjaga-jaga karena sebentar lagi masuk musim hujan," ujar dia.

Salah seorang pedagang buah stroberi, Dadang (37) bersyukur Gunung Tangkuban Parahu kembali normal dan dibuka lagi untuk umum. Dia dan 1.200 pedagang pun bisa kembali berjualan.

"Selama ini ditutup saya jualan berpindah-pindah tempat seperti di Grafika, Cikole. Cuma kalau di sana sehari paling laku 50 bungkus tapi kalau di Tangkuban Parahu sehari bisa laku sekitar 100 bungkus dengan harga relatif lebih tinggi," tutur Dadang.



(awd)