alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Status Gunung Tangkuban Parahu Diturunkan Menjadi Normal

Agus Warsudi
Status Gunung Tangkuban Parahu Diturunkan Menjadi Normal
Kondisi di sekitar Tangkuban Parahu pascaerupsi beberapa waktu lalu. Foto/Dok SINDOnews

BANDUNG - Setelah tiga bulan berstatus Waspada atau Level II, status vulkanologi Gunung Tangkuban Perahu menjadi Level I atau Normal mulai Senin (21/10) pukul 09.00 WIB. Penurunan status Gunung Tangkuban Parahu ini disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

PVMBG pun kembali membolehkan objek taman wisata alam (TWA) tersebut dikunjungi wisatawan. Pihak pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu dipersilakan membuka kembali destinasi wisata favorit di utara Bandung tersebut.

Sebelumnya, Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu mengalami erupsi pada 26 Juli 2019. Kemudian erupsi berturut-turut terjadi hingga Agustus 2019 sehingga PVMBG menaikkan status vulkanologi dari level normal ke level Waspada. Aktivitas wisata pun ditutup saat itu hingga waktu yang belum ditentukan.



Kepala PVMBG Kasbani mengatakan, penurunan status tersebut berdasarkan analisis data visual dan evaluasi yang dilakukan secara komperhensif. Selain itu, aktivitas wisata di Tangkuban Parahu bisa kembali dibuka secara normal.

"Hari ini 21 Oktober 2019 terhitung sejak jam 09.00 WIB dinyatakan Gunung Tangkuban Parahu diturunkan dari Level II atau Waspada menjadi Level I atau Normal. Dengan rekomendasi tidak ada aktivitas di bibir kawah dan masuk di kawah aktif," kata Kasbani saat memberikan keterangan pers di kantor PVMBG, Senin (21/10/2019).

Menurut dia, berdasarkan data pemantauan visual diketahui tidak terjadi erupsi, tidak terdapat emisi abu dan embusan gas relatif stabil dan rendah. Sedangkan dari sisi instrumen seismik, getaran dan deformasi kembang kempisnya gunung menurun dan stabil.

Dia mengemukakan, tidak ditemukan data indikasi akan terjadi inflasi pengembungan. Kemudian gas vulkanik yang keluar disekitar bibir kawah relatif kondisinya di bawah ambang batas dan cenderung menurun.
"Gunung sudah normal dan aman. Terpantau bagus dengan sangat baik. Sejak satu bulan terakhir tidak terjadi erupsi apalagi disertai emisi abu. Hanya asap putih dengan ketinggian rata-rata 50 meter," ujar dia.

Kasbani menuturkan, sejak 1 Oktober 2019 hingga Minggu 20 Oktober 2019, energi vulkanologi Tangkuban Parahu menurun dan stabil serta terjadi deflasi atau pengempisan dari gunung. Artinya, tidak terdapat desakan magma dari bawah gunung.

"Dari pemantauan, tidak ada kandungan gas berbahaya relatif dibawah ambang batas dan aktivitas vulkanik menurun dan stabil," tutur Kasbani.

Dengan kondisi saat ini, pihaknya mengharapkan masyarakat tetap tenang dan berkoordinasi dengan PVMBG serta pos pemantauan. "Masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemda dan mendapatkan informasi PVMBG," katanya.



(zik)