alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bank Sampah SMPN 2 Padalarang Hasilkan Produk Bernilai Jual Tinggi

Adi Haryanto
Bank Sampah SMPN 2 Padalarang Hasilkan Produk Bernilai Jual Tinggi
Kepala SMP Negeri 2 Padalarang (kiri) didampingi Direktur Bank Sampah Sekolah Kami Peduli menunjukkan contoh produk olahan kreasi para siswa yang dibuat dengan manfaatkan barang tidak terpakai. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Bank Sampah di SMP Negeri 2 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mampu menghasilkan produk-produk daur ulang yang bernilai jual tinggi. Kreativitas dalam penciptaan produk-produk baru dengan memanfaatkan limbah sampah dilakukan langsung oleh para siswanya dengan bimbingan para guru di sekolah.

Hasil pengamatan SINDOnews ke Bank Sampah di sekolah ini, terdapat berbagai produk unik dan bernilai jual tinggi. Meski hanya memanfaatkan sisa sampah bekas, produk yang dihasilkan tidak terlihat murahan. Seperti pot bunga berbahan dasar handuk bekas, tempat piring dari bibir gelas, tas atau taplak meja dari bekas bungkus kopi, kompos, dan masih banyak lagi.

Kepala SMP Negeri 2 Padalarang Jaka Supriatna didampingi Direktur Bank Sampah 'Kami Peduli' Aam Aminah menyebutkan, keberadaan bank sampah sebagai upaya dalam rangka menjadi sekolah yang berwawasan lingkungan. Sekolah juga membuat kebijakan tentang kepedulian lingkungan dan pembelajaran berbasis lingkungan bersih, indah, asri dengan berbagai tanaman di hutan sekolah.



"Sekolah ingin mengajak siswa berkreasi mengasah kreativitas memanfaatkan sampah yang tidak terpakai untuk diolah menjadi bermanfaat. Alhamdulillah hasilnya cukup bagus dan punya nilai jual," jelasnya, Sabtu (19/10/2019).

Menurutnya, di bank sampah sekolah, sampah yang dihasilkan dipilah-pilah berdasarkan kriteria. Seperti ada sampah plastik, kertas, botol plastik, atau botol untuk ecobrick. Setelah dipilah, sampah-sampah itu diolah sesuai dengan apa yang akan dibuat. Bahkan, ada juga yang dibuat untuk kompos yang kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman di hutan sekolah atau taman-taman kelas. Namun, jika ada yang membutuhkan kompos itu juga dijual untuk umum.

Salah seorang guru, Herawati menerangkan pembuatan produk yang berasal dari sampah tidak terlalu sulit. Seperti untuk membuat pot bunga berbahan dasar dari handuk. Tinggal handuk dicelupkan ke cairan yang mengandung semen, kemudian dibentuk dan dibuatkan pola dengan dimasukkan ke kaleng bekas biskuit. Setelah itu didiamkan beberapa jam sampai handuk yang sudah dibuat pola pot bunga itu mengeras.

"Ini kreasi dari anak-anak. Mereka yang mengerjakan. Waktu pas ada pameran lalu produk ini dijual dengan kisaran harga dari Rp20.000 sampai Rp70.000," sebutnya.



(zik)