alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PB HMI: Momentum Pelantikan Presiden Harga Diri Bangsa Indonesia

Agung Bakti Sarasa
PB HMI: Momentum Pelantikan Presiden Harga Diri Bangsa Indonesia
PB HMI menyatakan, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden sebagai harga diri bangsa Indonesia. Semua pihak diminta menjaga kondusivitas demi suksesi kepemimpinan nasional. Foto/Humas PB HMI

BANDUNG - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai, momentum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) periode 2019-2024 sebagai harga diri bangsa Indonesia. Oleh karenanya, PB HMI mengajak semua pihak menjaga kondusivitas demi suksesi kepemimpinan nasional itu.

Ketua Umum PB HMI, Respiratori Saddam Al-Jihad mengatakan, dewasa ini, demokrasi di Indonesia diuji dari berbagai aspek. Sepanjang 2019, berbagai ujian datang, mulai dari persoalan politik, ekonomi, hukum, sosial, hingga budaya.

"Namun, di sinilah terlihat kedewasaan demokrasi bangsa Indonesia dalam setiap penyelesaian masalah," ujar Saddam dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (18/10/2019) malam.



September 2019, lanjut Saddam, bangsa Indonesia diperlihatkan bagaimana dinamika demokrasi tersebut berjalan dengan baik. Gelombang gerakan masyarakat dan mahasiswa yang menuntut adanya ruang dialog di setiap kebijakan yang akan dikeluarkan oleh negara terjadi hampir di setiap wilayah Tanah Air.

PB HMI menilai, gerakan itu tentu harus diapresiasi tinggi oleh seluruh elemen, baik masyarakat maupun negara karena telah menjadikan demokrasi bangsa Indonesia semakin menunjukkan kedewasaannya.

"Gerakan yang diinisiasi oleh kekuatan moral dan hanya ingin menyampaikan kritik terhadap negara sesuai dengan apa yang telah diatur oleh UU (undang-undang) serta menjadi peran mahasiswa, khususnya sebagai agen social of control patut diapresiasi karena telah menjadikan demokrasi bangsa Indonesia semakin menunjukkan kedewasaannya," tutur Saddam.

Kendati demikian, Saddam menyesalkan adanya 'penumpang gelap' yang menodai pergerakan mahasiswa. Mereka, kata Saddam, mencoba membangun narasi inkonstitusional yang jauh dari aspek ideologi mahasiswa.

"Narasi inkonstitusional yang kami maksud ialah munculnya narasi tidak produktif yang menginginkan negara berada dalam situasi yang tidak normal dengan narasi menggagalkan rencana pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Hal ini membuat langkah perjuangan mahasiswa ternodai dan jauh dari khitah pergerakan mahasiswa. Sungguh sangat disayangkan perbuatan yang dilakukan elit-elit politik yang mencoba menjadi 'penumpang gelap' untuk meraih kepentingan golongannya saja tanpa memikirkan nasib bangsa hari ini," bebernya.

Dia menegaskan, PB HMI sangat menolak narasi untuk menurunkan dan membatalkan pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena momentum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden merupakan harga diri bangsa Indonesia dan narasi tersebut jauh dari esensi pergerakan mahasiswa.

"Kami sangat menolak narasi untuk menurunkan Presiden Jokowi dan membatalkan pelantikan karena pelantikan adalah harga diri bangsa Indonesia dan jauh dari esensi pergerakan mahasiswa hari ini," tegasnya.

Ketua Bidang PTKP Heru Slana Muslim menyatakan, gagasan murni yang disampaikan mahasiswa sirna begitu saja akibat 'penumpang gelap' tersebut. Gerakan damai, gerakan tanpa anarkisme, gerakan intelektual, dan gerakan moral runtuh oleh ulah 'penumpang gelap' yang menimbulkan dampak kerusakan serta opini buruk terhadap gerakan mahasiswa.

"Namun perlu dipahami bahwa demokrasi bangsa ini dituntut pula dalam persoalan menjaga stabilitas keamanan nasional. Narasi-narasi yang coba dibangun oleh para elit yang menyudutkan gerakan mahasiswa tidak seharusnya hadir dalam perjalanan demokrasi bangsa ini," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan (Hankam) PB HMI, Ichsan mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat dan kader-kader HMI untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Juga menciptakan situasi yang kondusif jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

"Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat, khususnya kader-kader HMI senusantara untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Tentunya guna menciptakan situasi kondusif negara menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI," tandasnya.

Atas dasar penilaian-penilaian tersebut, PB HMI ingin meluruskan pergerakan mahasiswa, agar 'penumpang gelap' yang menjadi ancaman stabilitas keamanan bangsa ini tidak menjadikan gerakan mahasiswa sebagai tumbal politiknya.

PB HMI juga mencoba merespons dan membantah segala tuduhan yang menyudutkan bahwa gerakan mahasiswa ditunggangi dan telah menjadi alat politik praktis elite-elite politik negeri ini.



(abs)