alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Anggota Dewan Pers: Banyak Portal Jadi Pengikut Medsos, Ini Tidak Baik

Inin Nastain
Anggota Dewan Pers: Banyak Portal Jadi Pengikut Medsos, Ini Tidak Baik
Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo dalam workshop yang di salah satu hotel di Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (18/10/2019). Foto/SINDOnews/Inin Nastain

CIREBON - Kemajuan teknologi dewasa ini membuat keberadaan media sosial (medsos) dinilai telah menggeser posisi media massa. Kondisi itu salah satunya dipicu dari produk yang dihasilkan oleh media massa itu sendiri.

Hal itu seperti disampaikan Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo dalam Workshop yang dihelat di salah satu hotel di Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (18/10/2019). Dia menjelaskan, saat ini tidak sedikit produk media massa yang sama persis dengan medsos.

"Banyak sekali portal-portal yang jadi pengikut medsos. Kondisi ini tidak baik untuk media massa. Masyarakat akan menganggap ngapain ke media massa," kata dia.



Padahal, jelas dia, medsos akhir-akhir ini sudah membuat sebagian kalangan merasa jenuh. Kondisi itu, jelas dia, sejatinya jadi keuntungan bagi media massa untuk kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat luas.

"Jangan ikuti medsos. Masyarakat yang sudah dewasa, akan pilih-pilih. Untuk gosip, mereka akan ke medsos. Namun yang serius, mereka akan lari ke media massa," papar dia.

Menurut Agus, di Jerman dan AS, masyarakat sudah jenuh dengan medsos. "Mereka memang tidak meninggalkan, tapi diet medsos. Ketika kembali ke media massa, jangan sampai yang disuguhkan sama persis dengan di medsos," lanjut Agus.

Agus menjelaskan, hingga beberapa waktu ke depan, medsos mungkin masih akan menguasai Indonesia. Namun, keberadaan medsos tidak lantas berarti membunuh media massa. Syaratnya, produk media massa berbeda dengan medsos, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat dan bisa dipertanggungjawabkan.



(zik)