alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Disparbud Jabar Proyeksikan Cirebon Jadi Distinasi Wisata Budaya Unggulan

Agung Bakti Sarasa
Disparbud Jabar Proyeksikan Cirebon Jadi Distinasi Wisata Budaya Unggulan
Masjid Sang Cipta Rasa, peninggalan Kesultanan Cirebon menjadi salah satu objek wisata di Kota Cirebon yang banyak dikunjungi wisatawan. Foto/SINDOnews/Dok

BANDUNG - Dengan kekayaan ragam budaya dan nilai sejarahnya, Cirebon diproyeksikan menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jawa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik mengatakan, ragam budaya dan sejarah yang dimiliki Cirebon tersebut menjadi daya tarik yang dapat ditawarkan kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

"Destinasi wisata Kota Cirebon dapat dikembangkan dengan menitikberatkan pada kekuatan Kota Cirebon, yaitu unsur budaya," kata Dedi di Bandung, Senin (14/10/2019).



Dedi pun mengaku sudah melakukan dialog mengenai sejarah dan pengelolaan peninggalan purbakala, seperti kereta kencana Ki Gede Pedati yang merupakan salah satu dari sekian banyak karya budaya bernilai historis tinggi.

Selain itu, Pedati Gede Pakaiangan merupakan sebutan untuk satu dari dua kereta besar pengangkut barang yang menggunakan sistem rakitan khas buatan 1449 masehi dan diakui sebagai karya yang berakar dari kebudayaan Cirebon.

Menurutnya, perencanaan dan pengembangan kawasan wisata budaya merupakan bentuk konkret dari pelestarian budaya. Manfaatnya, ada nilai-nilai pelestarian aset budaya yang bisa berfungsi optimal untuk peningkatan dan pemahaman masyarakat.

"Tapi ini juga harus diiringi dengan manajemen pengelolaan kebudayaan dan kepariwisataan yang baik," katanya.

Selain itu, lanjut Dedi, kawasan wisata budaya juga bisa menguatkan regulasi dan penyusunan fondasi kebijakan yang mempermudah pelaku industri kebudayaan dan kepariwisataan bersinergi dalam berkoordinasi.

Menurutnya, pengembangan wisata dengan pendekatan budaya dan sejarah bisa menumbuhkembangkan kekuatan budaya lokal dan ekonomi. Perpaduan pengelolaan secara terpadu pun bisa membuat sajian pertunjukan lebih variatif.

"Ini bisa membuat optimalisasi aset kepariwisataan dan kebudayaan sebagai langkah pemberdayaan masyarakat cepat tercapai," tandasnya.



(awd)