alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gara-gara Jual Sabu, HS Tak Bisa Dampingi Istri saat Lahiran

Adi Haryanto
Gara-gara Jual Sabu, HS Tak Bisa Dampingi Istri saat Lahiran
Tersangka HS (kanan) dan SN (kiri) ditangkap petugas Satres Narkoba Polres Cimahi karena mengedarkan sabu. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Gara-gara kedapatan menjadi kurir narkotika golongan I jenis sabu-sabu, HS (33) alias Dukun warga asal Plered, Kabupaten Purwakarta, terpaksa berurusan dengan polisi.

Akibat perbuatannya dan bayang-bayang ancaman hukuman bertahun-tahun, HS tidak bisa mendampingi istrinya yang kini sedang hamil muda.

Tersangka HS diketahui menjual, memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika golongan I jenis sabu untuk diedarkan di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).



Dia ditangkap di Kampung Cihanjuang, Desa Mandala Mukti, Kecamatan Cikalong Wetan, KBB. Dari tangan HS, petugas dari Satnarkoba, Polres Cimahi menyita 25 paket sabu siap edar.

"Saya jual di KBB karena kebetulan istri warga Kampung Wadon, Desa Tenjo Laut, Kecamatan Cikalong Wetan, KBB. Sekarang istri saya lagi hamil dua bulan," kata Dukun di Mapolres Cimahi, Senin (14/10/2019).

Di mengemukakan, sangat berat ketika harus meninggalkan istri yang sedang hamil. Meskipun sempat ditahan selama empat tahun dengan kasus sama, namun kejadian kali ini membuatnya sangat terpukul. Ini dikarenakan ancaman hukuman selama 5-20 tahun penjara sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tugas HS dalam sindikat sabu ini adalah sebagai pengantar dan menempelkan paket yang telah dipesan. Sabu-sabu dijaul dengan harga Rp500.000 per kaet. Dari penjualan barang haram tersebut, HS mendapatkan upah Rp50.000 per paket.

Saat mengantar barang pada 10 Oktober 2019 sekitar pukul 03.00 WIB di pinggir jalan Kampung Cihanjuang, Desa Mandala Mukti Kecamatan Cikalong Wetan, HS ditangkap petugas.

"Saya hanya kurir yang mengantarkan ketika ada perintah. Tidak tahu yang pesan siapa. Saya cuma tempel di tempat yang sudah disepakati," ujar dia.

Sementara itu, Kasatnarkoba Polres Cimahi AKP Sugeng Heriyadi mengungkapkan, penangkapan HS berawal dari adanya informasi masyarakat yang curigai dengan gerak-gerik pelaku.

Kemudian pihaknya melakukan penyelidikan dan ternyata mendapati ada satu orang yang diduga menjual, memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika jenis sabu.

"Saat diperiksa pelaku mengaku mendapat barang dari orang berinisial GGN yang kini jadi DPO. Petugas kami masih melakukan pengejaran semoga bisa cepat ketangkap," ungkap Sugeng.

Selain Dukun, ujar dia, Satres Narkoba juga mengamankan SN setelah warga melaporkan gerak-gerik mencurigakan dari pria berusia 24 tahun itu di Pasirkaliki, Cimahi Utara.

Setelah ditangkap dan diperiksa, ternyata SN hendak mengambil tempelan narkotika yang diduga sabu dengan berat kurang lebih 19,50 gram.

"Kedua pelaku dijerat Pasal 113 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 dengan ancaman kurungan paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun," pungkas Kasatres Narkoba.



(awd)