alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sapuhi Jabar Diminta Jadikan BIJB Pusat Layanan Haji dan Umrah

Agung Bakti Sarasa
Sapuhi Jabar Diminta Jadikan BIJB Pusat Layanan Haji dan Umrah
Jajaran pengurus DPD Sapuhi Jabar beraudiensi dengan Plh Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (14/10/2019). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Pemprov Jawa Barat meminta Dewan Pengurus Daerah (DPD) Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Jabar menjadikan Bandara Internasional Jawa (BIJB) sebagai pusat atau home base layanan haji dan umrah.

Permintaan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat beraudiensi dengan jajaran pengurus DPD Sapuhi Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (14/10/2019).

Menurut Uu, permintaannya itu sejalan dengan rencana pemberangkatan jamaah haji dan umrah asal Jabar dan sebagian Jawa Tengah melalui bandara yang terletak di Kertajati, Kabupaten Majalengka itu.



Oleh karenanya, Uu berharap, Sapuhi Jabar yang menaungi perusahaan-perusahaan travel haji dan umrah di Jabar untuk gencar menyosialisasikan BIJB sebagai bandara pemberangkatan haji dan umrah.

"Sapuhi harus mendorong dan menyampaikan kepada anggotanya dan masyarakat karena tahun depan sudah diwajibkan berangkat umrah dari Kertajati," pinta Uu.

Uu melanjutkan, BIJB adalah bandara terbesar kebanggaan masyarakat Jabar dan menjadi bandara selain Bandara Soekarno-Hatta yang diproyeksikan sebagai tempat pemberangkatan jamaah haji dan umrah ke Tanah Suci.

"Kertajati adalah tanggung jawab kita semua, bandara ini memang sudah direncanakan sebelumnya untuk umrah dan haji. Harapan kami (Pemprov Jabar), Sapuhi membantu kemanfaatan Kertajati," katanya.

Uu meyakinkan, hingga saat ini, Pemprov Jabar pun terus menggenjot pembangunan infrastruktur sebagai sarana penunjang BIJB, salah satunya pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Selain itu, landasan pacu BIJB juga akan diperluas, sehingga bisa menampung pesawat berbadan lebar sesuai ketentuan dari maskapai penerbangan haji.

"Sekalipun sekarang masih ada kekurangan seperti akses ke bandara, tapi sedang kami upayakan secepatnya tuntas dan memenuhi persyaratan maskapai," katanya.

Uu menambahkan, keberadaan perusahaan travel haji dan umrah sangat penting dan dibutuhkan oleh pemerintah dalam setiap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Karenanya, Uu pun mengimbau Sapuhi Jabar untuk terus mengawasi perusahaan-perusahaan yang menjadi anggotanya, agar memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan Kementerian Agama (Kemenag).

"Sampaikan kepada masyarakat, beri pemahaman jangan tergiur dengan harga murah. Harapan saya, dengan kehadiran Sapuhi, jangan sampai ada masyarakat yang tertipu lagi. Kalu ada perusahaan yang terindikasi abal-abal atau tidak meyakinkan, harus ditindak dan dilaporkan," tegas Uu.

Sementara itu, Ketua DPD Sapuhi Jabar, Zainur Rofiq mengatakan, meski baru terbentuk dua bulan, Sapuhi Jabar kini sudah menaungi 54 perusahaan travel haji dan umrah berizin yang menjadi anggotanya.

Dalam kesempatan itu, Zainur menyatakan, pihaknya juga berkomitmen menjadikan BIJB sebagai home base haji dan umrah di Jabar sesuai harapan Pemprov Jabar, termasuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah haji dan umrah melalui perusahaan travel di bawah naungan Sapuhi Jabar.

"Kami sangat mendukung Bandara Kertajati dan home base haji dan umrah Jabar. Kami juga akan tingkatkan kapasitas dan kapabilitas (perusahaan)," katanya.

Terkait kedatangan jajaran pengurus DPD Sapuhi Jabar di Gedung Sate, Zainur menjelaskan bahwa kedatangannya ke Gedung Sate bertujuan untuk menyelaraskan program Sapuhi Jabar dengan visi-misi Pemprov Jabar, khususnya terkait keumatan.

"Kami punya program Jabar Umrah Juara yang akan disinergikan dengan program dari Pemprov Jabar," katanya.



(awd)