alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Perikanan Nusantara Gandeng bank bjb Dukung Jabar Go To East

Agung Bakti Sarasa
Perikanan Nusantara Gandeng bank bjb Dukung Jabar Go To East
Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Perikanan Nusantara (Persero), Henda Tri Retnadi dan Direktur Konsumen dan Retail bank bjb, Suartini bersalaman seusai penandatangan naskah perjanjian kerja sama, Jumat (11/10/2019). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Dalam rangka mendukung program Jabar Go To East, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perikanan Nusantara (Persero) menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Jabar Banten (bank bjb).

Jalinan kerja sama yang meliputi fasilitasi modal kerja, termasuk pengembangan usaha itu ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian kerja sama (memorandum of understanding/MoU) antara PT Perikanan Nusantara dan bank bjb di Kantor Pusat bank bjb, Jalan Naripan, Kota Bandung, Jumat (11/10/2019).

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan Direktur Keuangan SDM dan Umum PT Perikanan Nusantara, Henda Tri Retnadi dan Direktur Konsumen dan Retail bank bjb, Suartini serta disaksikan Direktur Utama (Dirut) bank bjb, Yuddy Renaldi dan para pejabat terkait lainnya.



Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan, SDM, dan Umum PT Perikanan Nusantara, Henda Tri Retnadi menjelaskan, kerja sama yang dibangun pihaknya dan bank bjb merupakan tindak lanjut program Jabar Go To East yang digulirkan Pemprov Jabar dimana Pemprov Jabar bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku dalam memfasilitasi nelayan asal Indramayu, Jabar untuk mencari ikan di kawasan Indonesia timur itu.

"Perikanan Nusantara juga telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemprov Jabar dalam program Jabar Go To East, 2 September 2019 lalu dimana kami nantinya berperan sebagai off-taker bagi hasil tangkapan nelayan Indramayu," jelas Henda.

Program Jabar Go To East sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Jabar, khususnya Indramayu. Melalui program tersebut, para nelayan berpeluang mendapatkan hasil tangkapan ikan yang jauh lebih besar ketimbang hanya melaut di perairan Laut Jawa.

"Kalau di Laut Jawa kan ikannya sedikit dan kecil-kecil, sementara di Indonesia Timur itu kan surganya ikan," ujarnya.

Melalui kerja sama dengan bank bjb, pihaknya berharap, PT Perikanan Nusantara dan bank bjb bersama-sama mengoptimalkan operasional kapal-kapal nelayan Jabar, khususnya untuk kemudahan mendapatkan modal kerja.

"Ke depan, kerja sama ini pun diharapkan dapat diperluas. Bukan hanya sebatas modal kerja, namun juga menyasar kredit investasi, seperti perbaikan kapal baru, perbaikan dermaga, hingga perbaikan fasilitas docking, dan lain-lain," harapnya.

"Kami punya 11 cabang di Indonesia, seperti Ambon, Tegal, Surabaya, Bitung, hingga Sorong yang dilengkapi fasilitas infrastruktur dermaga, pabrik es, hingga cool storage. Kami juga memiliki kapal-kapal yang beroperasi sebagai kapal tangkap dan pengumpul ikan tuna, cikarang, gurita, baby tuna hingga pelagis," sambung dia.

Terlebih, lanjut dia, PT Perikanan Nusantara sendiri kini tengah berupaya memperkuat core bisnis bidang penangkapan ikan dan hilirisasi produk-produk berbahan baku ikan yang lebih besar lagi, seperti memproduksi produk ready to cook dan ready to eat.

"Ke depan, arahnya hilirisasi. Selama ini kami membeli dan menjual ikan. Ke depan, ke arah pabrikan. Kita akan jual ikan ready to cook dan ready to eat, sehingga butuh lebih banyak bahan baku ikan. Jadi kita saling mendukung, sinergi, dan menguntungkan," paparnya.

Sementara itu, Dirut bank bjb, Yuddy Renaldi menyambut baik kerja sama yang dibangun PT Perikanan Nusantara dengan pihaknya. Dia optimistis, dengan 2.500 jaringan bank bjb di 14 provinsi, kerja sama ini bakal berjalan sesuai harapan.

"Jadi, kalau dari barat dan timur kami bisa jadi bagian kemitraan, antara Perikanan Nusantara dan bjb. Kami siap men-support dan memberikan pelayanan terbaik untuk Perikanan Nusantara," ucapnya.

Yuddy pun berharap, kerja sama yang dibangun tidak hanya sebatas pada fasilitasi modal kerja, namun juga memfasilitasi industri hilir yang akan dikembangkan PT Perikanan Nusantara. Dia juga menyebut, kerja sama ini sebagai bukti bahwa BUMN dan BUMD bisa bersinergi.

"Saya berharap, MoU ini dapat kita tindaklanjuti dengan rencana lebih real lewat sinergi antara BUMN dan BUMD. Alhamdulillah, kerangka kerja sama ini tidak akan kalah kualitasnya dengan kerja sama antara BUMN dan BUMN," katanya.



(abs)