alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diperkosa Ayah Tiri, Remaja Putri di Majalengka Hamil 6 bulan

Inin Nastain
Diperkosa Ayah Tiri, Remaja Putri di Majalengka Hamil 6 bulan
Penyidik Satreskrim Polres Majalengka memeriksa DD, tersangka pelaku pemerkosaan terhadap anak tiri. Foto/Humas Polres Majalengka

MAJALENGKA - Nasib malang dialami oleh seorang remaja putri di Kabupaten Majalengka berusia 15 tahun. Akibat diperkosa ayah tirinya berinisial DD yang berusia 55 tahun, dia kini positif hamil dengan usia kandungan enam bulan.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono mengatakan, peristiwa kelam yang dialami korban berawal pada Maret lalu. Peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi saat korban sedang tidur.

Korban dibangunkan dan dipaksa melayani nafsu setan ayah tirinya. Saat itu, di rumah hanya ada pelaku dan korban. Sedangkan ibu korban sedang tidak berada di rumah. Pelaku DD pun leluasa melampiaskan nafsu jahatnya terhadap korban.



"Ternyata nafsu bejat yang dilakukan tersangka itu kembali terulang kedua kalinya. Dilakukan sekitar awal April atau dua minggu setelah kejadian pertama," kata Mariyono didampingi Kasat Reskrim AKP M Wafdan Muttaqin, Kamis (10/10/2019).

Dia mengemukakan, aksi bejat pelaku terhadap anak tirinya tersebut terungkap saat korban yang masih berstatus pelajar itu mengeluh sakit. Saat menjalani tes kesehatan, korban ternyata diketahui positif hamil enam bulan.

Mengetahui hasil itu, pihak sekolah kemudian melapor kepada orang tua korban. "Setelah korban dipaksa untuk berkata jujur, akhirnya mengakui bahwa telah disetubuhi oleh ayah tirinya sendiri," jelas ujar Kapolres.

Mariyono mengungkapkan, ibu korban tak terima, kemudian melapor suaminya ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka.

"Sesaat setelah dilaporkan, pelaku berhasil kami amankan di rumahnya dan langsung digelandang ke Mapolres Majalengka, untuk dilakukan proses lebih lanjut," ungkap Kapolres.

Selain pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti di antaranya satu setel pakaian korban. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 atau 82 UU RI No. 17 tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak, dengan ancaman 15 tahun penjara.



(awd)