alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Genjot Kunjungan Wisatawan, Disparbud Jabar Segera Luncurkan Siraru

Agung Bakti Sarasa
Genjot Kunjungan Wisatawan, Disparbud Jabar Segera Luncurkan Siraru
Seluruh stakeholder pariwisata di Jabar mengikuti FGD dan Soft Launching aplikasi Siraru di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat mulai melakukan pendekatan digital untuk menggenjot kunjungan wisatawan dengan membuat aplikasi Siraru.

Siraru singkatan dari Sistem Informasi Pariwisata Terpadu itu bakal menjadi pusat informasi kepariwisataan di Jabar yang dapat diakses masyarakat maupun wisatawan melalui gawai maupun perangkat online lainnya.

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan, aplikasi yang nantinya dapat diunduh melalui Playstore itu akan menampilkan berbagai informasi kepariwisataan, mulai objek wisata hingga beragam fasilitas penunjang pariwisata lainnya.



"Aplikasi Siraru ini pun mengintegrasikan beragam informasi, baik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga stakeholder pariwisata lainnya," kata Dedi seusai Focus Grup Discussion dan Soft Launching Aplikasi Siraru di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Rabu (9/10/2019).

Genjot Kunjungan Wisatawan, Disparbud Jabar Segera Luncurkan Siraru

Dedi melanjutkan, selain untuk menggenjot kunjungan wisatawan ke Jabar, aplikasi Siraru juga dibuat untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan mengakses berbagai objek wisata yang tersebar di Jabar beserta fasilitas penunjangnya, seperti pusat kuliner, hotel, hingga informasi terkait akses menuju objek wisata.

"Aplikasi Siraru ini akan kita launching bersamaan dengan penyelenggaraan West Java Festival, November (2019) nanti," ujar dia.

Dedi juga memastikan, beragam informasi dalam aplikasi Siraru nantinya akan diperbaharui secara berkala. Oleh karena itu, pihaknya pun melibatkan seluruh stakeholder pariwisata di Jabar, mulai dari asosiasi hotel, tour and travel, pelaku usaha kuliner, dan lainnya dalam pembuatan aplikasi Siraru.

"Aplikasi ini nantinya terbagi ke dalam empat kuadran, ada intelegent tourism services, walking space, pasar digital, dan mobile posision data," paparnya.

Dedi menambahkan, kegiatan FGD bertujuan untuk mematangkan rencana peluncuran Siraru. FGD dihadiri perwakilan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Bank Jabar Banten (bank bjb), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Organda, kepala Disparbud kabupaten/kota dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, hingga akademisi.

"Kami juga menggandeng Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Jabar dalam kaitannya dengan perencanaan dan penganggaran. Jadi, kami kolaborasikan semuanya," tandas Dedi.



(awd)