alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Direvitalisasi, Desember 2019 Gedung Sate Bakal Punya Wajah Baru

Agung Bakti Sarasa
Direvitalisasi, Desember 2019 Gedung Sate Bakal Punya Wajah Baru
Pagar seng dipasang di bagian depan Gedung Sate yang sedang direvitalisasi. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Gedung Sate yang dikenal sebagai bangunan bersejarah (heritage) bakal memiliki wajah baru seiring dengan revitalisasi yang dilakukan sedang di sejumlah titik kawasan gedung di Jalan Diponegoro, Kota Bandung itu.

Revitalisasi Gedung Sate bertujuan memberikan ruang lebih luas kepada masyarakat untuk berinteraksi dan menikmati keindahan bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang kini digunakan sebagai kantor pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat itu.

Gagasan revitalisasi Gedung Sate sendiri datang dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang menginginkan bangunan tersebut lebih ramah bagi masyarakat dan wisatawan.



Selain itu, perombakan juga bertujuan untuk menghilangkan kesan angker yang selama ini dinilai melekat pada gedung yang mulai dibangun pada 27 Juli 1920 itu.

Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Jabar, Iip Hidajat mengatakan, Pemprov Jabar sudah melakukan kajian mendalam mengenai revitalisasi Gedung Sate. Bahkan, rencana revitalisasi ini pun melibatkan tim khusus cagar budaya Bandung.

"Jadi kita sangat hati-hati, makanya kita koordinasi dan kolaborasi dengan ahli. Jadi sisi mana yang dimungkinkan dipercantik atau dibangun, kita taat azas. Jadi semua dibahas, mulai kajian hingga DED (detail engineering desain), baru dilelangkan," terang Iip di Gedung Sate, Rabu (9/10/2019).

Revitalisasi yang dilakukan tersebut meliputi taman bagian halaman depan dan belakang Gedung Sate. Di halaman depan, rencana akan dibangun plaza. Selain itu, air mancur yang ada saat ini pun akan dibenahi.

Sementara di bagian belakang, perombakan dilakukan pada kantin dan taman. Selain itu, akan ada panggung terbuka (amphiteatre) sebagai tempat berkumpul dan pertunjukkan.

"Pengerjaan sudah dimulai pekan lalu secara marathon. Perombakan Gedung Sate ini ditargetkan rampung pada Desember 2019," sebut Iip.

Iip memastikan, nantinya, masyarakat dan wisatawan dapat mengakses kawasan Gedung Sate lebih leluasa. Sehingga, masyarakat tidak hanya bisa menikmati keindahan Gedung Sate dari bagian halaman depannya saja.

"Kita siapkan akses yang lebih baik, termasuk sisi kenyamanan dan estetikanya," imbuh Iip.

Iip menambahkan, untuk mengejar target penyelesaian, pihaknya juga sudah meminta pihak kontraktor untuk mengantisipasi dampak cuaca yang kini mulai masuk musim penghujan.

"Pokoknya kita mintanya komitmen Desember harus sudah beres. Revitalisasi ini DPA (dokumen pelaksanaan anggaran) kita Rp18 miliar, tapi karena terbuka, pemenang lelangnya Rp14,9 miliar," katanya.

Sebelumnya, Gubenur Jabar Ridwan Kamil menginginkan Gedung Sate lebih ramah bagi masyarakat dan wisatawan. Menurut dia, selama ini, Gedung Sate pun terkesan angker.

"Saya punya mata sebagai arsitek. Banyak ruang mubazir yang lebih baik dimanfaatkan untuk masyarakat. Gedung Sate jangan angker atau terkesan formal kayak istana. Ini kan rumah rakyat, selama (masyarakat) tidak masuk ke ruang yang privat, masyarakat bisa berinteraksi ga masalah," ungkapnya.

Menurut Emil, sapaan akrabnya, rencana merombak Gedung Sate tersebut sudah menjadi bagian agenda kerjanya sebagai Gubernur Jabar.

Meski perombakan tersebut terbilang bakal mengubah wajah Gedung Sate, namun Emil juga memastikan, perombakan tidak akan mengubah bangunan utama Gedung Sate sebagai bangunan bersejarah.



(awd)