alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sidak Proyek Kirmir, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Marah Besar

Adi Haryanto
Sidak Proyek Kirmir, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Marah Besar
Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna tampak marah melihat proyek kirmir di Kompleks Pemda KBB yang tidak rapi sehingga meminta kepada pelaksana proyek untuk membongkarnya atau akan di-black list. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Para pemenang tender atau proyek pekerjaan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diultimatum untuk mengerjakan proyek sesuai dengan spesifikasi. Sebab, banyak indikasi terjadi jual beli proyek atau tender yang disubkan sehingga berdampak kepada tidak beresnya pekerjaan infrastruktur fisik di lapangan.

"Kalau dapat pekerjaan (proyek) kerjakan sendiri, jangan disubkan atau dijual ke pihak lain. Jadi gini, pekerjaan tidak beres. Bikin kirmir aja miring," ucap Bupati Bandung BaratAa Umbara Sutisna saat sidak memantau pengerjaan kirmir di Kompleks Masjid Ash Shiddiq, Pemda KBB, Rabu (9/10/2019) pagi.

Aa Umbara mengaku sangat kecewa melihat pekerjaan kirmir yang jelek tersebut. Bahkan, dia meminta agar pihak pelaksana proyek kembali membongkarnya. Dirinya tidak mau  pembangunan infrastruktur dikerjakan asal-asalan. Apalagi itu berada di kompleks pemda yang menjadi muka dan perwajahan KBB  yang dilihat oleh semua orang ketika datang ke KBB.



Pekerjaan yang asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi mengindikasikan bahwa itu tidak dikerjakan oleh ahlinya. Tidak menutup kemungkinan pekerjaan itu dijual atau disubkan sehingga anggaran pembangunan yang direalisasikan menjadi berkurang. Oleh karena itu, dia meminta kepada dinas teknis agar mem-black list kontraktor nakal dan jangan dibayar full, tapi bayar sesuai dengan pekerjaannya.

"Bayangkan proyek yang di depan pemda saja seperti ini, bagaimana dengan di wilayah lain, Rongga, Gununghalu, dan lain-lain. Bongkar semua, daripada sudah beres jadi temuan, dan black list kontraktornya," tegasnya.

Pantauan SINDOnews, bupati tampak begitu kecewa melihat pengerjaan proyek tersebut. Sambil berkeliling dia melihat secara detail setiap sudut bangunan. Bahkan, dia langsung membongkar dengar martil kirmir yang tidak sesuai spek itu. Tidak terlihat ada papan proyek di lokasi tersebut.

Di tempat yang sama, Kabid Tata Bangunan Gedung Permukiman dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR KBB Yoga Rukma Gandara menyebutkan, proyek kirmir itu termasuk bagian dari penataan Masjid Ash Shiddiq di Kompleks Pemda KBB. Terkait dengan kirmir yang dianggap bupati pekerjaannya tidak rapi, dia menilai pekerjaannya disesuaikan dengan kontur tanah, makanya ada bagian yang tidak lurus.

Kirmir itu memiliki panjang sekitar 40 meter dan merupakan pekerjaan tambahan dengan pembangunan tempat parkir. Secara keseluruhan anggaran pembangunannya mencapai Rp3,7 miliar karena dengan penataan masjid, pembangunan tower, pengecatan, perbaikan kubah, dan lain-lain. "Pelaksananya PT Rafi Pratama dengan total nilai anggaran Rp3,7 miliar. Untuk kirmir dikerjakan baru dua minggu, sementara penataan masjid sudah berjalan sebulan dan target selesai Desember," jelasnya.



(zik)