alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kemenperin Pastikan Pabrik Baja di Bekasi Siap Terapkan Industri 4.0

Vitrianda Hilba Siregar
Kemenperin Pastikan Pabrik Baja di Bekasi Siap Terapkan Industri 4.0
Staf Khusus Menteri Bidang Investasi dan Hubungan Antar Lembaga, Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan melakukan kunjungan kerja ke Pabrik PT Tata Metal Lestari yang berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon, Lippo Cikarang Kabupaten Bekasi, Jumat 4 Okto

BEKASI - Staf Khusus Menteri Bidang Investasi dan Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan melakukan kunjungan kerja ke Pabrik PT Tata Metal Lestari yang berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon, Lippo Cikarang Kabupaten Bekasi, Jumat 4 Oktober 2019.

Kunjungan ini dilakukan untuk memantau kesiapan operasional produksi yang sekaligus diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan industri baja dalam negeri.

"Kita melakukan kunjungan ke Pabrik PT Tata Metal Lestari yang sudah menerapkan industri 4.0, ciri-cirinya adalah adanya peralatan yang terhubung dengan sensor-sensor dimana input data tidak lagi manual, tapi sudah menggunakan peralatan elektronik," ujar I Gusti, Jumat 4 Oktober 2019.



Melalui teknologi informasi yang terintegrasi antarperalatan tersebut, produktivitas diharapkan meningkat dan produk yang dihasilkan juga semakin berkualitas.

"Di era globalisasi sekarang ini persaingan semakin ketat. Permintaan konsumen juga semakin beragam, semuanya harus bisa dipenuhi dengan cepat agar konsumen tidak beralih ke produk lain," tambah I Gusti.

Hasil produksi baja di Indonesia dalam setahun hanya 7 juta ton total. Sedangkan kebutuhan per tahun mencapai 13 hingga 14 juta ton total yang diaplikasikan untuk konstruksi, otomotif, peralatan elektronika, rumah tangga, dan lain sebagainya.

"Untuk memenuhi kebutuhan baja, mau tidak mau, harus ada impor baja dari luar negeri," kata I Gusti.

Namun, agar tidak berdampak pada industri dalam negeri, I Gusti menegaskan, pemerintah melalui Kemenperin dan Kementerian Perdagangan sudah mengeluarkan berbagai aturan dalam rangka pengendalian impor.

"Treading dan spekulasi akan dibatasi. Kemudian, ada pengetatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sifatnya wajib dan adanya tindakan hukuman berupa pajak tinggi dengan pola safeguard atau antidumping," ujar I Gusti.

Pabrik PT Tata Metal Lestari merupakan pabrik continuous coating line untuk baja lapis zinc-alumunium dengan merk Nexalume yang rencananya akan beroperasi secara resmi pada 9 Oktober 2019 mendatang.

PT Tata Metal Lestari memiliki kapasitas produksi sebesar 225 ribu ton per tahun dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun. Pabrik ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan infrastruktur dan konstruksi nasional, khususnya dalam hal ketersediaan bahan baku baja lapis zinc-alumunium di Indonesia.

"Pabrik ini merupakan perluasan usaha Tata Logam Group yang selama 25 tahun sudah berkontribusi mengatapi nusantara sebagai produsen genteng metal dan baja ringan yang teruji," kata Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tata Metal Lestari.

Pabrik PT Tata Metal Lestari lanjut Stephanus, merupakan bukti bahwa Tata Logam Group sudah berhasil melakukan ekspansi ke industri hulu.

"Awalnya kami sebagai pemain hilir, yakni produsen genteng metal dan baja ringan. Saat ini, sudah meningkat sebagai produsen bahan baku untuk genteng metal dan baja ringan," ujarnya.

Keberhasilan Tata Logam Group ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan dari Kementerian Perindustrian yang konsisten membina industri dalam negeri, terutama di sektor industri baja nasional.  

"Hampir semua negara di dunia ini mendambakan memiliki industri baja yang kuat dan tangguh karena industri baja adalah ibu segala industri. Kemajuan industri baja pasti memicu penguatan sektor industri lainnya di suatu negara," sambung Stephanus.

Pabrik continuous coating line PT Tata Metal Lestari dilengkapi dengan mesin yang canggih, modern dan berstandar industri 4.0. Mesin produksi PT Tata Metal Lestari beroperasi secara otomatis berbasis teknologi DNA (Device, Network, Application). Teknologi ini menjamin tingkat akurasi, kecepatan, dan standar yang konsisten bagi semua produk yang dihasilkannya.

Berbeda dengan pabrik sejenis lainnya, mesin PT Tata Metal Lestari mampu memproduksi hingga ketebalan 2,5 milimeter.



(abs)