alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2021, Waktu Tempuh 46 Menit

Rina Anggraeni
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2021, Waktu Tempuh 46 Menit
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berjalan on target dan telah memasuki tahap pembangunan jalur elevated (jalur layang). Foto/Istimewa

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno memastikan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berjalan on target dan telah memasuki tahap pembangunan jalur elevated (jalur layang).

Hal ini diungkapkan Menteri Rini saat menyaksikan langsung proses instalasi girder di casting yard 1, Cikarang Barat yang merupakan tempat produksi girder terbesar untuk Proyek KCJB.

Prosesi Instalasi box girder pertama dengan bobot 900 ton tersebut disaksikan oleh Duta Besar Republik Rakyat China untuk Republik Indonesia Xiao Qian, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN Arie Yuriwin, beserta direksi perusahaan BUMN lainnya.



"Ini merupakan pencapaian luar biasa dan suatu lompatan untuk memacu semangat sinergi semua pihak yang terlibat mewujudkan Kereta Cepat pertama pada 2021. Saya terus mendukung dan mendorong semoga berjalan baik dan dapat beroperasi sesuai yang ditargetkan," tegas Rini di Jakarta, Senin (30/9/2019).

Setelah kereta cepar beroperasi, perjalanan Jakarta-Bandung sepanjang lebih dari 140 km akan dapat dinikmati dengan waktu tempuh kurang dari 60 menit. Adapun keempat stasiun yang akan dilalui kereta cepat yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini, dan Stasiun Tegalluar.

"Dari total 142,3 km trase Kereta Cepat, jarak Halim hingga Tegalluar akan dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 36 menit untuk perjalanan langsung atau sekitar 46 menit untuk perjalanan tidak langsung," ungkap Rini.

Sementara itu, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengatakan, 60% dari total keseluruhan trase KCJB didominasi struktur elevated, pemasangan box girder ini akan mendorong percepatan pembangunan trase yang direncanakan tersambung keseluruhannya pada 2020 dan beroperasi 2021.

Chandra meyakini selain sebagai milestone, proses instalasi ini dapat menjadi semangat untuk mewujudkan kereta cepat sebagai solusi masyarakat perkotaan dalam bertransportasi antar kota dengan cara dan nuansa yang baru.

"Kereta Cepat Jakarta-Bandung hadir sebagai solusi masyarakat dalam bertransportasi antar kota, menawarkan kecepatan dari segi waktu, sehingga perjalanan lebih aman, efektif, efisien, dan nyaman," ujar Chandra.

Selain pemasangan box girder, kabar baik berkenaan dengan progress Proyek KCJB juga datang dari Bandung, yakni salah satu bridge continuous beam yang terbentang di atas ramp Jalan Tol Purbaleunyi telah sukses tersambung.



(zik)