alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ini Kekhawatiran MUI Jabar terhadap Aksi 'Parade Tauhid'

Agus Warsudi
Ini Kekhawatiran MUI Jabar terhadap Aksi Parade Tauhid
Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar mengkhawatirkan sejumlah hal tak diingikan saat 'Parade Tauhid' berlangsung di Jakarta. Salah satunya, ditunggangi pihak-pihak tak bertanggung jawab dan mempolitisasi agama.

Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei mengatakan, yang paling dikhawatirkan oleh MUI adalah bergesernya agenda tuntutan mengenai revisi UU KPK dan undang-undang lainnya pada isu lainnya. Seperti, pembatalan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Bahkan, kata Rachmat, yang dikhawatirkan pula akan ada gerakan yang bersifat mempolitisasi agama, menumpang kegiatan 'Parade Tauhid'.



"Gerakan ini dikoordinir oleh kelompok tertentu di Jakarta dan mengajak para ulama, habaib, ustaz, dan aktivis keagamaan dari daerah lain untuk bergabung," kata Rachmat di Kantor MUI Jabar, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (26/9/2019).

Karena itu atas nama MUI Jabar, Rachmat mengimbau masyarakat, khususnya umat Islam di Jabar untuk tidak menghadiri 'Parade Tauhid tersebut. Sebab aksi 'Parade Tauhid', melibatkan massa cukup banyak, sehingga rawan disusupi provokator.

"Kegiatan tersebut bersifat mempolitisasi agama. Waspadalah terhadap pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh. Jika masyarakat ingin menyampaikan aspirasi, bisa menggunakan cara-cara prosedural, sesuai perundang-undangan yang berlaku," ujar Rachmat.

Rachmat menuturkan, imbauan ini harus disampaikan karena hal tersebut merupakan tanggung jawab MUI sebagai 'khadimul ummah' agar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak terganggu.

"Kehidupan beragama yang telah berjalan baik ini jangan terusik. Mari pelihara dan pertahankan situasi yang telah berjalan dengan baik ini," tutur Rachmat yang didampingin Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar.



(awd)