alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ungkap Provokator Unjuk Rasa Ricuh, Polda Jabar Lakukan Penyelidikan

Agus Warsudi
Ungkap Provokator Unjuk Rasa Ricuh, Polda Jabar Lakukan Penyelidikan
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. Foto/SINDONews/Agus Warsudi

BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar dan Satuan Reskrim Polrestabes Bandung akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap dan menangkap provokator yang menyebabkan aksi unjuk rasa mahasiswa dan organisasi buruh di depan Gedung Sate dan DPRD Jabar, Jalan Diponegoro pada Senin 23 September 2019, yang berujung ricuh .

Kabid Humas Polda Jabar mengatakan, sejauh ini belum ada mahasiswa atau peserta aksi unjuk rasa yang diamankan. Semua bubar pascakericuhan.

"Proses penindakan sampai penahanan terhadap mahasiswa sejauh ini belum dilakukan. Tapi kalaupun nanti ada, pemeriksaan sebagai saksi," kata kata Truno di Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (24/9/2019).



Truno mengemukakan, kepolisian butuh sikap kooperatif dan kerja sama dari pihak pengunjuk rasa untuk mengungkap siapa provokator yang memicu kericuhan tersebut. "Kemungkinan kami memberi kesempatan (kepada pengunjuk rasa) untuk memberikan keterangan kepada kepolisian," ujar Truno.

Sebenarnya, tutur Kabid Humas, saat massa menggelar unjuk rasa situasi aman dan kondusif. Namun menjelang magrib ada provokasi dari oknum pengunjuk rasa.

Kepolisian sudah melakukan evaluasi dan penyelidikan di lokasi kejadian. Petugas telah mengantongi ciri-ciri kelompok yang diindikasikan melakukan provokasi kepada massa pengunjuk rasa. 

Di lokasi kejadian, polisi menemukan perusakan, batu, dan vandalisme provokatif yang lebih cenderung untuk membenturkan kedua belah pihak.

"Ini adalah ciri kelompok Anarcho yang memang pernah terjadi pada kegiatan Mayday. Maka Polda Jabar akan melakukan proses penyelidikan lebih dalam. Kemudian tidak menutup kemungkinan akan melakukan penyidikan," tutur Kabid Humas.

Pascakericuhan, ungkap Truno, sejak tadi malam hingga saat ini, banyak bertebaran hoaks atau kabar bohong. Seperti ada korban meninggal dari pihak mahasiswa.

"Maka kami dari Polda Jabar mengimbau untuk tidak terpengaruh berita-berita hoaks yang berkembang untuk bersimpati dan empati lalu melakukan aksi tidak tertib atau anarkistis. Polisi tugasnya hanya mengamankan jalannya aksi tersebut," ungkap dia.

Ditreskrimsus Polda Jabar dan Polrestabes Bandung akan menyelidiki tentang hoaks yang berkembang pascakericuhan. "Siapapun yang ikut serta menyebarkan berita bohong, tentu ada sanksi sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan akan kami lakukan tindakan," tegas Truno.



(awd)