alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkot Cimahi Diizinkan Rekrut 100 CPNS dan P3K Baru

Adi Haryanto
Pemkot Cimahi Diizinkan Rekrut 100 CPNS dan P3K Baru
Kepala BPKSDMD Kota Cimahi Ahmad Saefulloh. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

CIMAHI - Pemerintah pusat telah menyetujui usulan Pemkot Cimahi untuk merekrut formasi baru calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2019.

Penambahan jumlah personel itu nanti dapat menutupi kekurangan pegawai yang tersebar di beberapa dinas, khususnya tenaga kependidikan dan kesehatan.

Kepala Badan Pengelola Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD) Kota Cimahi Ahmad Saefulloh mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi jika usulan formasi itu disetujui.



"Pemerintah pusat sudah menyetujui, kuotanya juga sudah divalidasi, jadi tinggal pelaksanaan (rekrutmen)," kata Ahmad, Senin (23/9/2019).

Dia mengemukakan, jauh-jauh hari Pemkot Cimahi melalui BPKSDMD Cimahi telah mengusulkan kebutuhan jumlah 100 formasi itu.

Perinciannya, 30 untuk formasi CPNS dan 70 untuk P3K. Formasi itu terbagi untuk kebutuhan tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga perancang undang-undang.

Terkait pelaksanaan rekrutmen, lanjut dia, hingga kini pihaknya belum mengetahui jelas kapan pelaksanaan seleksi CPNS dan P3K akan dimulai.

Meskipun ramai diketahui pelaksanaan rekrutmen itu akan dimulai pada Oktober mendatang. Akan tetapi BPKSDMD Cimahi tetap berpatokan kepada informasi resmi dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Belum bisa dipastikan untuk seleksi, kita tunggu saja resmi pengumuman dari pusat. Pastinya untuk di Cimahi kuota tenaga pendidik adalah yang paling banyak," ujar dia.

Ahmad menuturkan, tahun lalu Pemkot Cimahi juga kebagian jatah untuk menyeleksi CPNS dan P3K. Tercatat 238 CPNS dan 21 P3K yang diterima berdasarkan hasil seleksi tahun 2019.

Dia memprediksi pelaksanaan seleksi CPNS dan P3K sendiri akan dilaksanakan setelah pelantikan kabinet baru di bawah kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Joko Widodo-Mar'ruf Amin. "Prediksi kami, seleksi kemungkinan besar jika sudah ada kabinet baru atau setelah Oktober," pungkas Ahmad.



(awd)