alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tim Gabungan 6 Jam Padamkan Kebakaran di Lereng Gunung Guntur

Agus Warsudi
Tim Gabungan 6 Jam Padamkan Kebakaran di Lereng Gunung Guntur
Api saat membakar sebagian lahan di lereng Gunung Guntur pada Minggu 22 September 2019 malam. Foto/Istimewa

GARUT - Hutan dan lahan di lereng Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong, Kabupaten Garut terbakar pada Minggu 22 September 2019 malam sekitar pukul 18.30 WIB.

Beruntung kebakaran tak meluas karena api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan setelah berjibaku selama enam jam.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0611 Garut Letkol Inf Erwin mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi lereng Gunung Guntur terbakar sekitar pukul 19.00 WIB.



"Tim gabungan langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman," kata Erwin dikonfirmasi melalui sambungan telepon, senin (23/9/2019).

Erwin mengemukakan, unsur yang terlibat dalam tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) antara lain, Kodim, Polres garut, Damkar, Dinsos, dan polisi hutan.

"Mobil pemadam kebakaran kami siagakan di bawah lereng. Namun tidak bisa menyentuh lokasi. Sehingga pemadaman dilakukan secara manual," ujar dia.

Untuk memadamkan api, tutur Dandim, petugas gabungan membawa jeriken berisi air ke lokasi Kebakaran. "Lokasinya deket puncak ya. Jaraknya sekitar 2 kilometer dari penambangan pasir di bawah lereng," tutur Dandim.

Disinggung penyebab karhutla di Gunung Guntur tersebut, Erwin mengungkapkan, sampai saat ini Polres Garut, bekerja sama dengan petugas damkar sedang mencari penyebabnya.

"Sejauh ini kami duga (karhutla terjadi) karena kemarau. Apakah ada warga membuang puntung rokok atau apa, masih kami dalami," ungkap Erwin.

Selain itu, petugas juga telah mengecek shelter lokasi kemping untuk mengetahui ada atau tidak kelompok remaja yang tengah kemping di kawasan itu. Namun setelah diselidiki, tidak ada yang melakukan aktivitas di sana.

"Kami mengimbau masyarakat ikut menjaga lingkungan di sekitar Gunung Guntur. Kami akan sosialisasi bersama pemerintah daerah agar warga tidak melakukan pembakaran hutan," tandas dia.



(awd)

loading...