alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Peserta dari 5 Negara Ikuti Konferensi Internasional Industri 4.0

Adi Haryanto
Peserta dari 5 Negara Ikuti Konferensi Internasional Industri 4.0
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priyatna hadir dalam pembukaan Konferensi Internasional Industry 4.0: Smart Factory, Smart Worker di Gedung Technopark, Kota Cimahi, Jumat (20/9/2019). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

CIMAHI - Konferensi internasional bertema "Industry 4.0: Smart Factory, Smart Worker" yang digelar selama dua hari di Gedung Technopark, Kota Cimahi, diikuti oleh pembicara, dosen, dan mahasiswa dari lima negara.

Kegiatan yang diinisiasi oleh STIKes Budi Luhur Cimahi itu, selain seminar, juga diisi dengan kegiatan skill competition, dan oral presentasi dalam bahasa Inggris.

Kegiatan itu diikuti oleh 800 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk mahasiswa dan dosen dari Filipina, Thailand, India, dan Jepang.



Vice President Hubungan dan Kerja Sama STIKes Budi Luhur Cimahi Sri Wahyuni mengatakan, era industri 4.0 tidak bisa dihindari dan akan terus berkembang ke seluruh profesi.

Hal tersebut menjadi tantangan bagi generasi muda, pelajar, dan mahasiswa, yang sedang menimba ilmu di dunia kesehatan. Bagaimana bisa menguasai ilmu kesehatan tapi dengan tidak melupakan kemampuan dalam bidang IT.

"Era Industri 4.0 tidak bisa dihindari, semua harus siap termasuk para tenaga medis seperti bidan atau perawat. Karena ke depan dunia IT akan memegang peranan penting, sehingga ilmu-ilmu kesehatan juga harus dibarengi dengan kemampuan dalam teknologi informasi," kata Sri di sela acara, Jumat (20/9/2019).

Menurut dia, untuk menjawab tantangan ini, dunia kampus sudah seharusnya mempersiapkan mahasiswa agar bisa bersaing secara global.

Salah satunya melalui penguatan skill bahasa asing, sehingga mereka menjadi tenaga kerja profesional. STIKes Budi Luhur Cimahi diakuinya, sejak 1 Maret 2011 sudah menjalankan program kerja perawat ke luar negeri yang bekerja sama dengan Filipina.

Kemudian mulai tahun 2015 lulusannya mulai banyak diterima di Jepang, Turki, dan Arab Saudi, sebagai tenaga perawat profesional.

"Setiap tahun kami meluluskan 200 mahasiswa. Sekitar 10%-nya terserap bekerja di luar negeri dan sisanya di dalam negeri. Itu hasil dari kerja keras kami yang menjadikan era Industri 4.0 sebagai motivasi positif dalam mendalami sumber keilmuan," ujar dia.

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priyatna yang hadir sebagai keynote speaker meminta, dunia kampus jangan hanya berorientasi pada profit.

Tapi juga harus dipikirkan bagaimana agar lulusannya bisa berkarya dan berkontribusi mengimplementasikan ilmu yang didapat selama kuliah.

Apalagi dengan tantangan Industri 4.0 dimana digitalisasi akan semakin dominan sehingga jangan sampai peran manusia tergantikan dan menambah angka pengangguran.

"Kemajuan teknologi di era Industri 4.0 harus dipadukan dengan tenaga manusia sehingga kehadiran teknologi tidak menimbulkan persoalan baru," kata Ajay.

Apalagi Kota Cimahi, ujar Wali Kota, kaya sumber daya manusia (SDM). Karena itu, perlu dipersiapkan tenaga andal, seperti di Technopark ini yang disiapkan untuk melatih agar generasi muda siap kerja dan berkompetisi.



(awd)