alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Cegah Kecelakaan, 2 Jalur Darurat Bakal Dipasang di Tol Cipularang

Asep Supiandi
Cegah Kecelakaan, 2 Jalur Darurat Bakal Dipasang di Tol Cipularang
GM PT Jasa Marga AJ Dwi Winarsa. Foto/Istimewa

PURWAKARTA - PT Jasa Marga tambah sejumlah perangkat penunjang lalu lintas pascatabrakan beruntun yang menewaskan 8 orang pada 2 September 2019 lalu.

Sarana prasana dan fasilitas penunjang lalu lintas itu dikonsentrasikan di Tol Cipularang yang rawan kecelakaan, antara Km 80 hingga Km 100 jalur B atau arah Bandung menuju Jakarta.

General Manager (GM) PT Jasa Marga AJ Dwi Winarsa mengatakan, secara umum fasilitas penunjang lalu lintas sebenarnya sudah banyak terpasang.



Salah satunya lampu peringatan di Km 99, 93, dan 91 B. Sementara untuk memberikan pandangan yang leluasa pada saat bekendara, maka akan dipasang 40 penerangan jalan umum (PJU).

Selain itu, untuk mengantisipasi kasus rem blong, segera akan dibangun dua titik jalur darurat di Km 92+600 B dan 91+400 B. Ditambah adanya speed gun yang terpasang di Km 91.

“Sehingga setiap pengendara yang memacu kendaraannya di atas matas maksimal akan ketahuan dan dilakukan penindakan oleh kepolisian,” kata Dwi, Minggu (15/9/2019).

Dia juga berharap semua perangkat tersebut sudah bisa terpasang pertengahan Oktober 2019 mendatang. Dengan begitu, insiden kecelakaan lalu lintas di dalam tol bisa diminimalisasi.

Hanya saja, perlu dukungan dari pengendara agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada serta selalu mematuhi batas maksimal kendaraan. “Sebenarnya rambu-rambu agar mobil besar menggunakan gigi rendah sudah terpasang,” ujar Dwi.

Sementara itu, respons pihaknya pascatabrakan beruntun, langsung menggelar razia bagi kendaraan besar yang melintas di Km 120 B. Setiap pelanggar langsung dikenai tindakan berupa tilang dan harus keluar melalui Gerbang Tol Cikamuning.

“Dari 390 pelanggar terdapat 140 kendaraan yang tidak sesuai ketentuan. Mereka terpaksa ditindak oleh kepolisian,” pungkas dia.



(awd)

loading...