alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri, Ini Kata Karna Sobahi

Inin Nastain
Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri, Ini Kata Karna Sobahi
Bupati Majalengka Karna Sobahi. Foto/SINDOnews/Inin Nastain

MAJALENGKA - Luas lahan pertanian di Kabupaten Majalengka dikhawatirkan menyusut akibat membanjirnya investasi ke daerah ini menyusul beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, Pemkab Majalengka saat ini sedang kebanjiran investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya. Apalagi pemkab memberi kemudahan izin bagi para investor.

Untuk mengantisipasi dampak negatif dari banyaknya investor yang datang terhadap luas lahan pertanian, Karna mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian. Dari hasil kajian itu, nanti diajukan kepada DPRD Majalengka untuk ditetapkan sebagai Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).



"Itu (kawasan industri) sudah dipetakan dalam RTRW. Mana lahan (pertanian) produktif yang bisa digunakan industri, mana yang jangan," kata Karna seusai menghadiri peletakan batu pertama Hotel Horison Ultima Kertajati, Rabu (11/9/2019).

Bupati mengemukakan, industri tidak akan mematikan sektor pertanian di Majalengka. Ada luasan lahan pertanian yang dipastikan tetap bertahan.

"Lahan pertanian abadi. Kemarin kami diskusi ya tentang memetakan RTRW untuk disampaikan ke dewan nanti. Mana lahan yang nggak bisa diganggu-gugat, absolute lah, (sekitar) 39 ribu hektare (yang tidak bisa diganggu)," ujar dia.

"Kalau menghitung angka surplus kebutuhan beras, 39 ribu (hektare) cukup kan. Artinya rakyat Majalengka tidak 'mengimpor' beras lah," tutur Bupati.

Karna mengungkapkan, pemetaan lahan pertanian yang bisa beralih fungsi itu berada di Majalengka bagian utara. Adapun di Majalengka selatan, mutlak tidak bisa dialihkanfungsikan dari lahan pertanian ke industri. "Ini utara aja yang kami mainkan (bisa untuk kawasan industri)," ungkap Karna.



(awd)

loading...