alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Mantan Wabup Majalengka Ancam Laporkan Salah Satu Dirut Perumda

Inin Nastain
Mantan Wabup Majalengka Ancam Laporkan Salah Satu Dirut Perumda
Mantan Wakil Bupati Majalengka Muhammad Iqbal, diwawancarai wartawan, Selasa (10/9/2019). Foto/SINDOnews/Inin Nastain

MAJALENGKA - Salah satu pimpinan perusahaan umum daerah (Perumda) di Kabupaten Majalengka disinyalir melakukan praktik melawan hukum. Dugaan itu diungkap oleh mantan Wakil Bupati Majalengka, Muhammad Iqbal, Selasa (10/9/2019).

Iqbal mengatakan, indikasi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pimpinan Perumda itu berawal dari munculnya surat pernyataan yang disampaikan kepada lembaga yang mengawasi perusahaan yang dipimpinnya itu yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dalam surat pernyataan itu disampaikan bahwa yang bersangkutan menerima dana penunjang operasional sejak Mei 2012 sampai September 2015 tanpa disertai bukti pertanggungjawaban penggunaannya dengan total Rp398.363.441," kata Iqbal.



Selain dana tersebut, ujar dia, masih ada dana-dana lain yang dalam penggunaannya disinyalir melanggar aturan. Sama seperti dana penunjang operasional, dugaan praktik melawan hukum lainnya juga dilakukan dalam rentang waktu 2012 sampai 2015. "Surat pernyataan itu dibuat pada 15 Desember 2015, di atas materai, dan ditandatangani," ujar dia.

Iqbal menuturkan, dirinya sudah mengetahui dugaan itu cukup lama. "Ini bukan karena ingin ini atau itu. Saya akan bawa ke ranah hukum. Diungkap baru sekarang, sebelumnya saya jadi dewan. Tidak ada bargaining, hanya warning (untuk Perumda lainnya)," tutur Iqbal.

Sementara itu, saat dihubungi wartawan via telepon seluler, Direktur Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Majalengka Atjeng Hadis Susanto membenarkan bahwa dirinya menandatangani surat pernyataan tersebut. Kendati demikian, Atjeng mengaku masalah itu sudah selesai. "Persoalan ini sebenarnya sudah selesai sejak dulu, hanya kesalahpahaman," kata Atjeng.

Atjeng mengaku hal itu tidak dipermasalahkan oleh Otorita Jasa Keuangan (OJK), selaku pengawas perbankan. "Alhamdulillah setelah diselesaikan, masalah ini sudah clear. Itu diakui pengurus OJK saat ini yang menyatakan tidak ada masalah. Mengenai oknum OJK yang melakukan ancaman kepada saya, dia dinonjobkan," ujar dia.



(awd)