alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tak Ada Anggaran, Perbaikan Lift Kompleks Pemda KBB Terhambat

Adi Haryanto
Tak Ada Anggaran, Perbaikan Lift Kompleks Pemda KBB Terhambat
Pegawai terpaksa menaiki tangga hingga ke Lantai 4 Gedung C, Kompleks Pemda KBB, di Ngamprah. Lift yang sudah dua minggu rusak belum diperbaiki akibat tidak adanya anggaran untuk perbaikan. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Berlarut-larutnya perbaikan lift di Gedung C, Kompleks Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB), dikarenakan tidak adanya alokasi anggaran untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Di APBD Murni 2019 hanya teralokasikan anggaran untuk pemeliharaan serta pembelian spare part, sehingga ketika ada kerusakan mendadak seperti saat ini sulit untuk diambil tindakan perbaikan cepat.

Kabid Tata Bangunan Gedung, Permukiman, dan Jasa Konstruksi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB Yoga Rukma Gandara melalui Staf Tata Bangunan Gedung Permukiman dan Jasa Konstruksi, Muhammad Gugum mengakui, anggaran menjadi kendala untuk memperbaiki kerusakan lift tersebut. Pasalnya anggaran murni pelimpahan dari Bagian Perlengkapan Setda KBB ke PUPR mulai tahun ini sangat terbatas.

"Di APBD murni tidak ada anggaran untuk memperbaiki kerusakan lift yang di Gedung C. Upaya yang kami lakukan adalah menganggarkannya di APBD perubahan, karena untuk membeli komponen yang rusak itu membutuhkan anggaran sekitar Rp75-100 juta," ucapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (5/9/2019).



Kendati begitu, pihaknya tetap meminta kepada pihak ketiga, CV Azzam Jaya Teknik selaku penanggung jawab bidang pemeliharaan lift, untuk segera mendatangkan komponen inverter drive (penggerak lift) yang rusak. Ini dikarenakan lift di Gedung C adalah fasilitas yang cukup vital bagi penunjang aktivitas baik ASN maupun warga yang datang ke gedung tersebut.

Menurutnya, kerusakan inverter drive dipicu saat terjadinya padam listrik secara massal di sejumlah wilayah Pulau Jawa beberapa waktu lalu, sehingga mengakibatkan listrik yang masuk tidak seimbang. Meskipun ada genset namun karena matinya lama akhirnya terjadi error 022 atau kerusakan di bagian kelistrikan penggerak roda lift. Berdasarkan hasil pemeriksaan komponen yang rusak itu harus inden karena dipesan dari luar negeri.

"Alatnya sedang dipesan, kami berharap minggu depan sudah datang dan bisa dipasang agar lift kembali berfungsi. Kami juga antisipasi karena lift itu sudah empat tahun maka harus dipersiapkan untuk siklus perbaikan besar, bukan hanya lift di Gedung C tapi juga dua lift di Gedung A, dan satu lift di Gedung B," sebutnya.

Dia menjelaskan, pada anggaran sebelumnya yang dilimpahkan ke PUPR dari Bagian Perlengkapan Setda KBB sejak tahun ini, anggaran untuk pemeliharaan gedung bangunan, toilet, pantry, termasuk lift untuk semua gedung SKPD hanya sekitar Rp500 juta. Sementara, untuk pemeliharaan dan pembelian spare part lift hanya dianggarkan sekitar Rp10 juta/bulan dan itu jauh dari angka ideal.

"Standarnya anggaran pemeliharaan itu sekitar 2% dari nilai bangunan. Makanya di APBD Perubahan 2019 kami mengajukan anggaran sekitar Rp200 juta untuk pemeliharaan dan perbaikan lift," pungkasnya.



(zik)