alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

3 Pekan, Pemkab Karawang Terima 400 Pengaduan lewat Aplikasi Tangkar

Nila Kusuma

KARAWANG - Pemkab Karawang menerima 400 pengaduan melalui aplikasi Tanggap Karawang (Tangkar) terkait pembangunan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Aplikasi Tangkar yang baru diluncurkan 22 Februari 2019 ini mendapat respons positif dari warga yang menanyakan sejumlah program pembangunan yang dijalankan pemerintah.

Kebanyakan warga mengadukan terkait pembangunan infrastruktur, transportasi, dan birokrasi pemerintahan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Karawang Yasin Nasrudin mengatakan, respons masyarakat terhadap aplikasi Tangkar ini sangat tinggi. Sejak diluncurkan, ada 400 pengaduan yang masuk.

"Terhitung sekitar tiga minggu sejak program Tangkar ini diluncurkan sudah 400 pengaduan yang masuk. Dibandingkan dengan program pengaduan warga tahun sebelumnya yang menggunakan SMS Gateway, hanya 246 pengaduan yang masuk dalam satu tahun," jelasnya, Kamis (14/3/2019).



Menurut Yasin, dari 400 pengaduan masyarakat itu, 246 di antaranya sudah selesai atau sudah ditanggapi, 70 sedang dalam proses, dan 81 lainnya menunggu respons dari admin. Diskominfo bertindak sebagai koordinator admin.

"Jika ada aduan masyarakat yang belum direspons, kami akan mendorong para admin untuk segera meresponsnya. Tangkar juga bisa diakses melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram," ujar Yasin.

Yasin mengungkapkan, aplikasi Tangkar memiliki 76 admin, yang tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah, BUMN dan BUMD seperti PDAM, Telkom, dan PLN juga instansi pelayanan publik, seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Polres Karawang, BPN, dan Samsat. Warga yang mengakses aplikasi tersebut diwajibkan menyertakan nomor induk kependudukan.

Admin Tangkar, kata dia, kemudian memiliki waktu 24 jam untuk menjawab aduan masyarakat tersebut. Sedangkan warga yang telah menerima jawaban dari admin, memiliki waktu 48 jam untuk memberi respons atau jawaban atas penjelasan admin. "Jadi setiap pengaduan yang masuk langsung kita proses paling lama 24 jam," katanya.

Yasin menambahkan, pembuatan aplikasi Tangkar tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang. Aplikasi tersebut diperoleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang berkat bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Sebelumnya, Pemkab Karawang menjalin kerja sama dengan Pemkot Tangerang, berupa penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang e-government.

"Aplikasi tersebut kemudian diubah oleh Pemkab Karawang dengan nama Tangkar. Sepenuhnya gratis, tidak ada biaya dalam program ini," tegas Yasin.  (Baca juga: Warga Karawang Kini Bisa Melamar Kerja via Online).



(zik)