alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Inflasi Jawa Barat Stagnan di Angka 0,31%

Arif Budianto

BANDUNG - Angka inflasi di Provinsi Jawa Barat selama periode Maret 2020 tercatat 0,31%. Ini berarti tidak ada perubahan dibandingkan inflasi yang tercatat pada periode Februari 2020 lalu. Inflasi pada Maret 2020 masih dipengaruhi terutama oleh kenaikan kelompok makanan dan kesehatan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Dody Herlando mengatakan,  inflasi Maret 2020 tercatat sebesar 0,31%. Laju inflasi tahun kalender “year to date” (Januari – Maret 2020) sebesar 1,10%. Sementara laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year” (Maret 2020 terhadap Maret 2019) tercatat sebesar 3,95%.

Dari 11 kelompok pengeluaran, makanan, minuman dan tembakau tercatat memberi kontribusi besar terhadap inflasi pada Maret. Kelompok ini menyokong sebesar 0,70%, disusul pakaian dan alas kaki sebesar 0,26%; peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,22%; dan kesehatan sebesar 0,48%.



Penyumbang inflasi lainnya adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,10%; transportasi sebesar 0,03%; rekreasi, Olahraga, dan budaya sebesar 0,01%; penyediaan makanan minuman/restoran sebesar 0,20%; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,34%.

"Namun ada kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02%. Sementara kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan," jelas Dody. (Baca : Awal Tahun Inflasi Jabar Tertinggi di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya)

Dari tujuh kota pantauan di Jawa Barat pada Maret 2020 seluruhnya mengalami inflasi. Yaitu Kota Bogor sebesar 0,04%persen, Kota Sukabumi sebesar 0,30%, Kota Bandung sebesar 0,25%, Kota Cirebon sebesar 0,29%, Kota Bekasi sebesar 0,39%, Kota Depok sebesar 0,36%, dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,31%.



(muh)