alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ekonomi Bisa Melambat 0,4% Gara-gara Corona

Rina Anggraeni

JAKARTA - Penyebaran virus corona atau Covid-19 membuat ekonomi Indonesia tertekan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bakal terkoreksi ke level 2,3%. Bahkan, skenario terburuknya bisa mencapai minus 0,4%. Padahal, pada RUU APBN 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia dipatok di kisaran 5,3%.

"Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini turun jadi 2,3% dan lebih buruk bisa negatif 0,4%. Sehingga kondisi ini menyebabkan penurunan kegiatan ekonomi dan berpotensi menekan lembaga keuangan karena kredit tidak bisa dibayarkan dan perusahaan alami kesulitan dari revenue," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (1/4/2020). (Baca : Terdampak Corona, Ekonomi Jabar Bisa Tertekan)

Kendati demikian, dia pun memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik seiring pandemi virus ini bisa ditangani. Adapun pemulihan ekonomi akan secara bertahap terjadi pada 2021 dan 2022. "Namun kita akan melakukan recovery untuk pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga. Jadi di tahun 2021 dan 2022 kita akan memulihkan ekonomi," jelasnya. (Baca : Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Jabar Bakal Terdampak Corona)



Menkeu menambahkan, saat ini Kementerian Keuangan tengah menyusun fokus anggaran kesehatan agar bisa menekan penyebaran virus corona dan meminimalisasi dampaknya terhadap masyarakat maupun perekonomian. Salah satunya dengan memberikan stimulus ekonomi yang bersifat luar biasa dalam mengurangi potensi krisis.

"Pemerintah akan terus berupaya menjaga masyarakat dengan bentuk stimulus yang mana ini bersifat extradionary," jelasnya.



(muh)