alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dusun Ini 4 Kali Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Cikamangi

Inin Nastain

MAJALENGKA - Hujan yang rutin mengguyur Kabupaten Majalengka kembali menyebabkan air Sungai Cikamangi meluap. Akibatknya, banjir melanda Dusun Cikamangi, Desa Leweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Sabtu (7/3/2020).

Selama musim hujan banjir, periswa banjir ini telah empat kali melanda Dusun Cikamangi. Air banjir tak hanya menggenangi permukiman tetapi juga masuk ke rumah warga.

Pantauan di lokasi banjir, sampai sektar pukul 10.00 WIB, air banjir masih tampak menggenang di beberapa titik di dusun tersebut.



Bahkan, masih ada rumah warga yang tampak tergenang, sehinga terpaksa harus menggunakan pompa air untuk 'menguras' air dari dalam rumah.

Musibah banjir dampak dari luapan Sungai Cikamangi yang berulang membuat warga Dusun Cikamangi cemas. Harapan untuk terhindar banjir menjadi impian terbesar warga.

Pemerintah Desa Leuweunghapit telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan tanggul ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka. Namun hingga Maret ini, permohonan pembangunan tanggul belum juga direalisasikan.

"Musim (hujan) ini, ini sudah empat kali (air banjir) masuk ke dalam rumah," kata Kuwu (Kades) Leweunghapit Didi Suryadi saat menemani warganya membersihkan sisa-sisa banjir.

Tidak mau kembali melihat warganya menderita akibat banjir di masa datang, Didi berharap instansi terkait Pemkab Majalengka benar-benar serius menangani musibah yang terjadi setiap tahun ini. Pembangunan tanggul Sungai Cikamangi adalah harapan yang sangat dinantikan warga.

"Harus ada tindakan dari dinas terkait penanggulan lanjutan. Tanggul harus dibangun sampai ke permukiman. Itu aja sih. Karena berharap banyak juga belum tentu terealisasi," ujar dia.

Sebagai orang nomor satu di desa itu, Didi mengaku sudah mengajukan permohonan untuk penanangan musibah itu, salah satunya penanggulan.

"Sampai saat ini belum ada realisasi. Padahal udah ada pengajuan dari tahun-tahun sebelumnya terkait banjir ini," tutur Didi.

Menurut Kuwu, dibanding sebelumnya, banjir kali ini paling parah. Hal itu terlihat dari ketinggian air yang merendam permukiman dan masuk ke rumah warga.

"Sebelumnya mah, air palimg sampai halaman. Sekarang mah sampai masuk teras. Air mulai naik jam 12 malam. Akhirnya ya nggak tidur, takut air terus naik," kata Mastiar, warga Dusun Cikamangi.

Dia juga berharap ada langkah penanggulangan oleh pemerintah agar banjir tak kembali terjadi. "Ya tanggul itu. Di sepanjang pemukiman dibuat tanggul," ungkap dia.



(awd)