alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkot Bandung Cabut Izin Sewa Lahan yang Dijadikan Pabrik Narkoba

Agus Warsudi

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencabut izin sewa lahan dan bangunan yang dijadikan pabrik narkoba di Jalan Cingised, Kompleks Pemda RT 03/04, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.

Pencabutan izin sewa itu dilakukan lantaran penyewa atas nama Sukaryo yang kini jadi tersangka pabrik narkoba, dinilai telah memberikan keterangan palsu.

Hal ini diatur Pasal 10 ayat 4 Peraturan Wali Kota Nomor 427 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 828 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pelaksanaan Sewa Tanah dan/ atau Bangunan Milik Pemerintah Daerah.



Dalam Pasal 10 ayat 4 disebutkan bahwa pemerintah dapat mencabut izin sewa lahan apabila penyewa memberikan keterangan palsu.

"Sesuai ketentuan dan sanksi, dalam perjanjian itu ada di Pasal 10 ayat 4. Disebutkan, berdasarkan penilaian pihak pertama atau Pemkot, kalau dia (penyewa) memberikan keterangan palsu bisa dicabut," kata Kepala Seksi Pemanfaatan Lahan Dinas DPKP3 Bandung Tuarsono, Selasa (25/2/2020).

Tuarsono mengemukakan, lahan di RT 03/04, Kelurahan Cisaranten Endah, tercatat disewa oleh Sukaryo dalam rentang waktu selama lima tahun atau mulai 2014 hingga 2019. (BACA JUGA: Oded Akui Lahan Pabrik Narkoba di Arcamanik Milik Pemkot Bandung)

"Itu posisi yang kena (penggerebekan oleh petugas BNN) kemarin kan lahan sewa atas nama Pak Sukaryo. Sewa dari 2014 sampai 2019 untuk lima tahun," ujar dia.

Tuarsono menuturkan, pihaknya tidak tahu pasti luas lahan yang disewa oleh Sukaryo. Yang pasti, harga sewa lahan dan bangunan di sana Rp900 ribu per taun didasarkan harga pada 2014 silam.

Tarif sewa lahan telah diatur dan tertuang dalam Peraturan Wali (Perwal) Kota Nomor 828 Tahun 2008, yakni 0,5 persen dikalikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dikalikan luas lahan.

"Sekarang kan NJOP naik, kalau sekarang sih Rp1,5 juta per tahun. Dulu kalau 2014 itu harganya berkisar di Rp 900 ribu per tahunnya. Dia (Sukaryo) sewa untuk lima tahun," tutur Tuarsono.

Diketahui, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dipimpin Deputi Penindakan dan Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menggerebek rumah yang dijadikan pabrik narkoba jenis pil di Jalan Cingised, Kompleks Pemda RT 03/04, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Minggu 23 Februari 2020. (BACA JUGA: BNN Amankan 4 Juta Butir Pil Narkoba dari Pabrik di Arcamanik)

Lima tersangka pelaku, Sukaryo alias Nono (40), Chandra Rully Hidayat alias Rama alias Bram (38), Marvin Irwan Kurniadi alias Vino (35), Suwarno alias Pak Haji (53), dan Iwan Ridwan alias Jafra (54), menggunakan lahan dan bangunan milik Pemkot Bandung.

Di tempat ini, para pelaku menjadikan empat rumah sebagai pabrik untuk memproduksi narkotika jenis pil. Keempat rumah itu berdempetan dengan susunan seperti huful L.

Empat rumah itu sudah direncanakan dan didesain sedemikian rupa. Ada pintu yang menghubungkan rumah satu dengan lainnya. Mesin jika dihidupkan suaranya bising. Akan menimbulkan kecurigaan tetangga.

Empat rumah berhubungan menjadi satu itu untuk mengatasi aroma tidak sedap saat dilakukan pencampuran bahan kimia.

Pabrik narkoba tersebut mampu memproduksi 8 ribu pil per hari. Total pil narkoba yang disita petugsa mencapai 4 juta butir. Sebanyak 3 juta 50 butir telah dikemas dan siap dipasarkan.



(awd)