alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PKS Dukung Penuh Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Agung Bakti Sarasa

BANDUNG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan, mendukung penuh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Jabar. Dukungan tersebut merupakan wujud keberpihakan PKS untuk menjadikan Ridwan Kamil sebagai pemimpin yang sukses.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Training of Trainer yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jabar di Hotel Prama Grand Panghegar, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (9/2/2020). Kegiatan dihadiri Presiden PKS, Sohibul Iman; Ketua Umum DPW PKS Jabar, Haru Suandharu; Wakil Ketua Majelis Syura, Hidayat Nur Wahid; serta Gubernur Jabar Ridwan Kamil sebagai tamu undangan.

Dukungan yang diberikan PKS kepada Ridwan Kamil tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa hubungan antara kedua belah pihak sudah kembali mencair pasca-PKS yang sebelumnya mengusung Ridwan Kamil di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2013 silam memutuskan menjadi parpol rival bagi Ridwan Kamil di ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018. (Baca juga; Haru Suandharu Resmi Nakhodai PKS Jawa Barat)



Presiden PKS Sohibul Iman menegaskan, perbedaan pilihan dalam politik merupakan hal yang lumrah. Namun, kata dia, ketika konstestasi sudah usai, maka persaingan pun tidak lantas terus berkepanjangan. Menurutnya, hubungan PKS dengan Ridwan Kamil yang sempat membeku juga menjadi hal yang lumrah.

"Pak Haru (Ketua Umum DPW PKS Jabar) sampaikan bahwa PKS siap sepenuh hati mendukung Ridwan Kamil. Memang itu merupakan prinsip PKS. Jadi, walaupun di pilgub kemarin kita berhadapan, kita memandang itu sebagai proses normal dari pergantian kekuasaan dan di situ pasti ada kompetisi," tegas Sohibul.

"PKS juga punya prinsip siapa pun yang menjadi pemimpin di Jabar, maka kami selalu berkeinginan pemimpin itu harus sukses. Karena harus sukses, maka kami mendukung ketika kebijakannya baik untuk masyarakat," sambungnya. (Baca juga; Dicuekin PKS, Wali Kota Depok Tak Ambil Pusing soal Pilkada)

Meski begitu, Sohibul menegaskan, bentuk dukungan itu tidak berarti PKS abai dalam melontarkan kritik kepada eksekutif, dalam hal ini Pemprov Jabar. Sikap kritik tersebut, kata Sohibul, berlaku pula untuk seluruh kader atau anggota DPRD di daerah lain. Dalam kesempatan itu, Sohibul juga menegaskan, sikap PKS yang memilih menjadi oposisi hanya berlaku di tingkat Pemerintah Pusat.

"Itu sikap PKS terhadap pemerintah pusat. Di daerah itu tidak dikenal karena DPRD fengan pemprov itu ada dalam satu wadah, dalam rezim, namanya kepemimpinan daerah. Jadi, tidak ada di sini yang ada di pusat saja. Di sini silahkan ada kerja sama karena ada dalam satu wadah," jelas Sohibul.

Namun, saat disinggung dukungan yang diberikan sebagai sinyal PKS untuk mendukung Ridwan Kamil di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Sohibul menjawab, hal itu masih terlalu jauh. "Ah kejauhan, ulah waka tebih-tebih nu ayeuna weh heula (Ah, terlalu jauh, jangan dulu jauh-jauh, yang sekarang saja dulu)," ucap Sohibul.



(wib)